Raul Mundur dari Partai Komunis, Era Castro di Kuba Selesai

AP, CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 09:46 WIB
Raul Castro mundur sebagai Ketua Partai Komunis dan menandai pergantian era di Kuba. Pemimpin Partai Komunis Kuba Raul Castro. (AFP/ERNESTO MASTRASCUSA/POOL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Raul Castro resmi menyampaikan pengunduran diri sebagai Ketua Partai Komunis Kuba pada Jumat (16/4) dalam pidato pembukaan kongres kedelapan, menandai akhir era kepemimpinan keluarga Castro di partai berkuasa tersebut. Castro mundur di usia 89 tahun.

Secara formal, era Castro dimulai bersama saudaranya, Fidel Castro, saat revolusi 1959 berlangsung. 

Castro mengatakan bahwa tidak ada yang memaksanya untuk mundur. Dia memilih pensiun setelah merasa misinya telah selesai dan yakin akan masa depan tanah airnya.


"Tidak ada, tidak ada yang memaksa saya untuk membuat keputusan ini."

"Selama saya hidup, saya akan siap untuk menginjakkan kaki saya untuk mempertahankan tanah air, revolusi dan sosialisme dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya," kata Castro dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, seperti dikutip AP.

Castro tidak mengatakan sosok yang akan didukungnya sebagai pengganti di pucuk Partai Komunis. Ia hanya mengindikasikan bahwa ia lebih senang untuk menyerahkan kendali kepada Miguel Diaz-Canel yang menggantikannya sebagai presiden pada 2018 lalu.

Meski sudah berusia 60 tahun, Diaz-Canel disebut Castro sebagai contoh generasi loyalis yang bisa mendorong pembukaan ekonomi tanpa menyentuh sistem satu partai Kuba.

Mundurnya Castro menandakan perubahan untuk masyarakat Kuba, yaitu untuk kali pertama dalam lebih dari enam dekade tidak ada seorang Castro yang yang secara resmi mengatur segala urusan mereka.

Kebanyakan dari rakyat Kuba telah memprediksikan perubahan tersebut.

Pasca-kemepimpinan Casto, Kuba disebut akan menjalani masa transisi yang sulit dengan banyaknya orang yang cemas tentang kehidupan mereka ke depan. Kondisi pandemi Covid-19, reformasi keuangan, dan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintahan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengguncang ekonomi Kuba, menyusut sampai 11% pada tahun lalu sebagai akibat dari sektor pariwisata terpuruk. 

Antrean orang yang kekurangan pangan seakan menghidupkan kembali masa-masa ketika Uni Soviet runtuh pada awal 1990-an.

Castro sendiri menggantikan peran sang kakak sebagai ketua Partai Komunis Kuba pada 2011, sementara Fidel meninggal dunia pada 2016.

Castro sebenarnya lebih sering menjadi tokoh kedua setelah Fidel baik di masa revolusi maupun saat memimpin Kuba. Namun, selama satu dekade terakhir, Castro telah menjadi wajah komunis Kuba dan pembangkangannya terhadap upaya AS untuk mengubah sistem sosialisnya.

Tapi, Castro juga yang mencapai kesepakatan dengan Presiden AS Barack Obama pada 2014.

Hasil kesepakatan itu yang akhirnya membuat Amerika Serikat secara luas terbuka untuk Kuba untuk pertama kali sejak 1960-an, sehingga terjadi lonjakan komunikasi dan kontak antara warga AS-Kuba -- yang kemudian berbalik ketika Trump memimpin.

(TTF/vws)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK