Angka Covid-19 Tinggi, India Tunda Kirim Pasokan Vaksin

els, CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 11:13 WIB
Sebagai salah satu pemasok terbesar vaksin Covid-19 di dunia, India masih berkutat dengan masalah penyebaran virus di dalam negeri. Sebagai salah satu pemasok terbesar vaksin Covid-19 di dunia, India masih berkutat dengan masalah penyebaran virus di dalam negeri. (Foto: REUTERS/DANISH SIDDIQUI)
Jakarta, CNN Indonesia --

India, salah satu produsen vaksin Corona terbesar di dunia, terpaksa menunda pengiriman vaksin ke negara-negara lain. Peningkatan kasus Covid-19 India memicu desakan untuk penuhi pasokan dalam negeri.

Secara global, India melalui Serum Institute of India (SII) memasok 60 persen vaksin yang didistribusikan di dunia. Manufakturnya luas sehingga ia jadi salah satu pemain utama dalam COVAX atau program inisiatif berbagi vaksin global.

COVAX memungkinkan negara-negara miskin memperoleh vaksin dengan potongan harga atau dosis gratis. Berdasarkan perjanjian tahun lalu, SII akan memproduksi hingga 200 juta dosis vaksin untuk 92 negara.


Akan tetapi pada Jumat (16/4), Kementerian Kesehatan India melaporkan sebanyak 217.353 kasus baru. Ini jadi angka tertinggi kasus dalam satu hari. Dalam waktu kurang dari seminggu, sudah terdapat satu juta kasus baru.

Bersamaan dengan peningkatan kasus, negara bagian dan kota memberlakukan pembatasan baru termasuk jam malam di akhir pekan di Delhi.

Selain itu pasokan vaksin di India menipis. Setidaknya lima negara bagian melaporkan kekurangan yang parah dan mendesak pemerintah pusat untuk bergerak.

Menghadapi ini, pemerintah India pun mengalihkan fokus SII untuk memenuhi kebutuhan rumah sendiri.

"Pengiriman dosis dari Serum Institute of India akan ditunda pada Maret dan April. Penundaan guna memastikan pasokan karena peningkatan permintaan vaksin di India," kata COVAX seperti dikutip dari CNN.

Ini bukan kali pertama India harus menunda pasokan pada COVAX. Pada Januari, pemerintah membatasi ekspor AstraZeneca produksi SII karena ingin memprioritaskan kelompok rentan dan membutuhkan.

Penundaan berulang ini memukul keras negara-negara miskin. Direktur badan pengendalian penyakit di Afrika menyebut penundaan ekspor bisa jadi bencana buat Afrika. Sementara itu Pakistan memutuskan untuk memberikan izin impor dan penjualan vaksin swasta untuk menutup kebutuhan.

Sejauh ini India telah menyediakan 28 juta dosis vaksin AstraZeneca dan dijadwalkan mengirim 40 juta dosis lagi pada Maret dan 50 juta dosis pada April. Kelengkapan pasokan disebut masih didiskusikan COVAX dan pemerintah India.

(els/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK