China Akui Efikasi Vaksin Corona Buatannya Rendah

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 19:35 WIB
China mengaku efektifitas vaksin corona (Covid-19) buatan mereka rendah untuk membunuh virus serupa SARS tersebut. Ilustrasi vaksin corona. (iStockphoto/FilippoBacci)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mengaku efektifitas vaksin corona (Covid-19) buatan mereka rendah untuk membunuh virus serupa SARS tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Pengawas dan Pencegahan Penyakit China, Gao Fu, dalam jumpa pers di Chengdu pada Sabtu akhir pekan lalu.

"Tingkat perlindungan vaksin-vaksin yang sudah ada saat ini tidak tinggi," kata Gao seperti dikutip CNN.


Gao lantas membeberkan dua opsi sebagai solusinya. Pertama, menambah jumlah dosis yang digunakan atau menyesuaikan dosis/interval antara suntikan pertama dan kedua.

Kedua, adalah mencampur vaksin yang telah tersedia dengan berbagai teknologi.

Ini adalah pertama kalinya pejabat kesehatan China mengakui tingkat efikasi vaksin corona buatan dalam negerinya yang rendah.

Padahal, selama ini Negeri Tirai Bambu cukup sering menggembar-gemborkan kampanye penyuntikan vaksin corona di seluruh dunia.

China juga memandang dirinya sendiri sebagai negara pelopor pengembang vaksin corona yang telah memasok jutaan vaksin ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, Zimbabwe, dan Brasil.

"Lebih dari 60 negara telah memberi lisensi penggunaan vaksin corona China. Keamanan dan efikasi vaksin China diakui secara luas oleh berbagai negara," kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam jumpa pers di Beijing pada Maret lalu.

Sejauh ini, China telah memiliki sejumlah vaksin virus corona di antaranya yang paling dikenal adalah CoronaVac yang dikembangkan perusahaan swasta Sinovac dan Sinopharm, vaksin yang dikembangkan perusahaan farmasi pelat merah.

Sinovac memiliki efikasi hanya 50,4 persen dalam uji klinis di Brasil. Sementara itu, di Turki Sinovac terbukti efektif 83,5 persen.

Berbeda dengan Sinovac, dua vaksin buatan Sinopharm tercatat memiliki efikasi 79,4 persen dan 72,5 persen.

Tingkat efikasi ini cenderung rendah jika dibandingkan vaksin corona buatan perusahaan Amerika Serikat, Pfizer-BioNTech dan Moderna. Masing-masing vaksin tersebut memiliki efikasi 97 persen dan 94 persen.

Pernyataan Gao soal efikasi vaksin rendah tersebut datang ketika China tengah mempercepat program vaksinasi nasionalnya. Per Jumat pekan lalu, China telah menggunakan 160 juta dosis vaksin corona.

Beijing menargetkan bisa melakukan vaksinasi terhadap 40 persen dari total 1,4 miliar warganya hingga akhir Juni tahun ini.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK