Intel Palestina Dituduh Pakai Facebook untuk Mata-matai Warga

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 09:21 WIB
Facebook mengaku telah menonaktifkan sejumlah akun yang digunakan organisasi intelijen internal Palestina untuk mematai-matai warga. Ilustrasi mata-mata. (Istockphoto/wragg)
Jakarta, CNN Indonesia --

Facebook mengaku telah menonaktifkan sejumlah akun yang digunakan organisasi intelijen internal Palestina untuk mematai-matai warga termasuk jurnalis, aktivis, hingga lawan politik.

Dalam sebuah laporan terbaru, raksasa media sosial asal Amerika Serikat itu juga mengatakan telah mengidentifikasi dan menonaktifkan operasi spionase "bermotif politik" oleh sebuah kelompok yang diyakini berbasis di Jalur Gaza dan berafiliasi dengan Hamas.

Laporan yang dirilis pada Rabu (21/4) itu muncul menjelang pemilihan legislatif Palestina yang akan berlangsung Mei mendatang. Itu merupakan pemilu perdana Palestina sejak 15 tahun terakhir.


Menurut Facebook, badan intelijen Preventive Security Service (PSS) Palestina menargetkan "jurnalis, orang-orang yang menentang pemerintah yang dipimpin Fatah, aktivis hak asasi manusia, dan kelompok militer" terutama di Tepi Barat, Gaza, dan Suriah.

Raksasa teknologi itu mengatakan PSS juga memantau sejumlah pihak di Turki, Irak, Libanon, dan Libya.

"Beroperasi dari Tepi Barat, para operator itu menggunakan malware canggih yang menyamar sebagai aplikasi obrolan aman untuk menyusup ke perangkat Android dan mengumpulkan informasi dari perangkat tersebut, termasuk log panggilan, lokasi, kontak, hingga pesan teks," bunyi kutipan laporan Facebook tersebut seperti dilansir AFP.

Selain itu, dinas intelijen Palestina juga menggunakan akun palsu yang menyamar sebagai wanita muda tetapi juga "sebagai pendukung Hamas, Fatah, berbagai kelompok militer, jurnalis, dan aktivis".

"Hal itu dilakukan untuk membangun kepercayaan dengan orang-orang yang mereka targetkan dan mengelabui mereka agar menginstal perangkat lunak berbahaya."

Laporan itu juga mencatat apa yang disebutnya "operasi spionase dunia maya yang disponsori negara" dan diyakini "bermotivasi politik" oleh apa suatu kelompok yang disebut Arid Viper.

Peneliti independen mengatakan kelompok itu telah meluncurkan serangan dunia maya dari Gaza ke Israel sejak 2013.

"Target Arid Viper kali ini, bagaimanapun, bukanlah Israel, melainkan warga Palestina, termasuk individu yang terkait dengan kelompok pro-Fatah, organisasi pemerintah Palestina, personel militer dan keamanan, serta kelompok mahasiswa di Palestina," kata Facebook.

Laporan itu menuturkan Arid Viper menggunakan "lebih dari seratus situs web yang menghosting malware iOS dan Android, berusaha mencuri kredensial melalui phishing atau bertindak sebagai server perintah dan kontrol."

"Mereka tampaknya beroperasi di beberapa layanan internet, menggunakan kombinasi rekayasa sosial, situs web phishing, dan terus mengembangkan malware Windows serta Android dalam kampanye spionase dunia maya yang ditargetkan," laporan itu menambahkan.

Facebook mengatakan telah menghapus akun yang berafiliasi dengan PSS dan Arid Viper, "melepaskan hash malware, memblokir domain yang terkait dengan aktivitas mereka, dan memberi tahu orang-orang yang ditargetkan."

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK