WN Inggris Diperiksa Interpol Gara-gara Kuda Bernama Isis

CNN Indonesia | Jumat, 30/04/2021 21:01 WIB
Seorang perempuan Inggris, Susan Govindasamy, berurusan dengan Interpol gara-gara mengirim uang untuk kuda bernama Isis. Ilustrasi kuda. (JamesDeMers/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perempuan di Inggris bernama Susan Govindasamy harus berurusan dengan Interpol dan masuk ke dalam daftar terduga teroris gara-gara diduga mengirim uang untuk ISIS.

Sebab, perempuan berusia 57 tahun itu menuliskan catatan 'dana untuk Isis' di lembar formulir transfer bank.

Ternyata, uang itu dimaksudkan untuk membayar biaya pelatihan bagi seekor kuda milik Susan yang diberi nama Isis. Uang yang dikirim itu sebesar 500 Poundsterling (sekitar Rp10 juta).


Akibatnya, pemerintah Inggris membekukan dana transfer yang dikirimkan melalui jasa pengiriman uang PayPal.

Dilansir Mirror, Jumat (30/4), Susan baru mengetahui proses transfer bermasalah setelah temannya yang seorang pelatih kuda mengatakan uang pembayaran pelatihan itu belum dia terima. Penduduk wilayah Bolton, Manchester itu lalu mengontak PayPal dan dijelaskan uangnya dibekukan oleh pemerintah karena dugaan terorisme.

Alhasil Susan harus bolak-balik menjelaskan kepada PayPal dan Interpol kalau uang itu bukan ditujukan bagi kelompok teroris. Dia bahkan sampai harus menunjukkan surat-surat kepemilikan kuda Arab bernama Isis.

"Setelah saya bisa membuktikan tidak ada hubungan dengan kelompok teroris ISIS, maka saya harus menandatangani deklarasi dan kemudian dana saya dicairkan," kata Susan.

Menurut Susan, dia memberikan nama Isis kepada salah satu kuda miliknya karena memang fanatik dengan segala hal yang berbau Mesir Kuno.

"Isis adalah ratu dari segala ratu. Saya sangat mengagumi sosoknya," kata Susan.

Setelah kejadian itu, Susan mengatakan tidak bakal mengubah nama kudanya, seperti dilansir The National News.

(ayp/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK