Terjebak 3 Pekan, 21 Pekerja Tambang China Mulai Dicari

CNN Indonesia | Minggu, 02/05/2021 07:55 WIB
Tim penyelamat mulai memasuki sebuah tambang di wilayah Xinjiang, China, untuk mencari 21 pekerja yang terperangkap sejak 10 April lalu. Ilustrasi pekerja tambang. Tim penyelamat mulai memasuki sebuah tambang di wilayah Xinjiang, China, untuk mencari 21 pekerja yang terperangkap sejak 10 April lalu. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim penyelamat mulai memasuki sebuah tambang di wilayah Xinjiang, China, Minggu (2/5), untuk mencari 21 pekerja yang terperangkap sejak 10 April lalu akibat banjir memutus aliran listrik di bawah tanah dan mengganggu komunikasi.

Kantor berita Xinhua melaporkan kejadian di tambang batu bara Fengyuan di wilayah Hutubi tiga pekan lalu itu terjadi ketika para pekerja sedang meningkatkan fasilitas di lokasi tersebut.

Sebanyak delapan dari 29 pekerja yang ada di lokasi berhasil diselamatkan pada hari kejadian.


Namun 21 orang sisanya terperangkap sejak saat itu. Menurut kepala tim penyelamat, Nan Shenghui, kepada Xinhua, pihaknya harus berlomba memompa 800 ribu meter kubik air usai banjir melanda.

Xinhua juga melaporkan para ahli dalam pengeboran dan penyelamatan akan bergabung dalam pencarian tersebut. Rumah sakit sementara juga telah didirikan di lokasi.

Pada 10 April lalu, media CCTV melaporkan tim penyelamat telah menemukan para penambang, dengan 12 di antara mereka berada dalam platform satu, delapan di platform dua, dan pekerja sisanya di jalur darurat yang sudah dimasuki air.

"Platform kerja dengan 12 orang berada di kedalaman 1.200 meter dari permukaan tanah dan medan bawah tanah yang rumit membuat penyelamatan jadi sulit," kata CCTV dalam laporannya.

Xinhua menyebut pada Sabtu (1/5), para penambang telah terperangkap di tiga lokasi namun tidak memberikan informasi lebih lanjut soal posisi persis dan kondisi mereka.

Kecelakaan pertambangan kerap terjadi di China yang memiliki catatan keselamatan yang buruk dan peraturan yang sering kali dilanggar dan tidak ditegakkan.

Pada Januari lalu, 22 pekerja terperangkap di tambang batu bara di Provinsi Shandong setelah sebuah ledakan merusak akses masuk dan membuat pekerja terjebak di bawah tanah selama dua pekan.

Sebanyak 11 pria ditarik hidup-hidup, 10 orang meninggal dan satu pekerja belum ditemukan.

Pada Desember 2020, sebanyak 23 pekerja meninggal dunia setelah terperangkap di bawah tanah di Chongqing, sebulan setelah kejadian 16 pekerja meninggal akibat keracunan karbon monoksida di tambang batu-bara lokal lainnya.

(AFP/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK