Taiwan Larang Kedatangan dari India demi Cegah Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 20:31 WIB
Mengikuti jejak sejumlah daerah lain, Taiwan juga melarang semua kedatangan orang dari India demi mencegah penularan penyakit akibat virus corona atau Covid-19. Ilustrasi. (Istockphoto/guvendemir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengikuti jejak sejumlah daerah lain, Taiwan juga melarang semua kedatangan orang dari India demi mencegah penularan penyakit akibat virus corona atau Covid-19.

Sebagaimana dilansir Reuters, Senin (3/5), pemerintah Taiwan menyatakan bahwa selain warga negara mereka, semua orang yang punya riwayat ke India selama 14 hari belakangan tak diperkenankan masuk.

Sementara itu, warga negara Taiwan yang memiliki riwayat perjalanan ke India harus menjalani isolasi di fasilitas karantina dari pemerintah selama 14 hari.


Taiwan mengambil keputusan ini berselang beberapa hari setelah Australia menerapkan larangan ketat kedatangan orang dari India.

Australia bahkan mengancam bakal menjatuhkan denda dan hukuman penjara bagi pendatang dari India yang nekat masuk wilayah mereka.

Tak hanya Taiwan dan Australia, Indonesia juga melarang masuk orang yang punya riwayat perjalanan ke India.

Indonesia mengambil keputusan ini untuk menghindari penularan corona yang kini sedang mengalami gelombang kedua pandemi Covid-19.

Sejumlah pengamat menganggap salah satu faktor utama peningkatan drastis kasus di India adalah kehadiran varian baru corona, B1617.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian yang pertama kali ditemukan di India itu sudah ditemukan di 17 negara lain. Pemerintah Indonesia juga mengumumkan bahwa B1617 sudah ditemukan di Jakarta dan Bali.

[Gambas:Video CNN]

Sampai saat ini, WHO masih memasukkan varian B1617 itu ke dalam kategori Variant of Interest (VOI), atau klasifikasi di mana mutasi terbukti menyebabkan penularan pada banyak kasus dan klaster di berbagai belahan dunia.

VOI dapat berubah menjadi Variant of Concern (VOC) jika mutasi terbukti memiliki tingkat penularan dan keparahan lebih tinggi, yang lantas menambah ancaman pada mekanisme penanganan kesehatan saat ini.

Jika dinyatakan sebagai VOC, berarti varian Covid-19 itu lebih berbahaya karena dapat lebih menular, mematikan, atau menembus pertahanan vaksin.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK