Jokowi Kutuk Sikap Israel Gusur Warga Palestina di Yerusalem

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 16:11 WIB
Presiden Joko Widodo mengutuk tindakan penggusuran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah, timur Yerusalem, oleh Israel. Ilustrasi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. (Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengutuk tindakan penggusuran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah, timur Yerusalem, oleh Israel, pada Senin (10/5).

Hal itu disampaikan Jokowi melalui akun Twitter miliknya. Ia juga mengatakan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina, di Masjid Al-Aqsa tak boleh dibiarkan.

"Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel," kata Jokowi.


Indonesia, lanjutnya, akan terus berpihak pada rakyat Palestina.

Sejumlah pemimpin negara dan pihak komunitas internasional juga mengecam tindakan Israel terhadap warga Palestina.

Misalnya Yordania, mereka menyebut tindakan Israel sebagai serangan barbar.

Senada, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat prihatin dengan apa yang menimpa warga Palestina.

Ketua Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, meminta Israel agar menahan diri dan menghormati kebebasan berkumpul. Hal itu disampaikan Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric dalam pernyataan resminya pada.

"Sekretaris Jenderal mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas berlanjutnya kekerasan di Yerusalem Timur, serta kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka," ujar Dujarric, mengutip Reuters.

Diketahui sengketa lahan bermula sebelum pembentukan negara Israel. Saat itu, kelompok kecil komunitas Yahudi tinggal di Sheikh Jarrah. Lalu pada 1967, Israel mencaplok wilayah Yerusalem Timur dan menganeksasinya.

Awal 2021, sebuah pengadilan distrik Yerusalem menjatuhkan putusan yang menguntungkan para pemukim Yahudi yang mengklaim tanah-tanah di Sheikh Jarrah.

Dalam gugatannya, pemukim Yahudi mengklaim keluarga mereka kehilangan tanah itu saat perang yang berujung pembentukan Israel tahun 1948 silam.

Pada pekan lalu, pengadilan Israel menyatakan akan mendengar banding dari pihak keluarga Palestina mengenai penggusuran yang menimpa di Yerusalem Timur. Namun sidang itu ditunda.

Sebuah organisasi pro-pemukiman, Nahalat Shimon menggunakan undang-undang tahun 1970 untuk menyatakan bahwa pemilik tanah Palestina saat ini harus digusur, dan menyerahkan properti kepada orang Yahudi Israel.

Warga Palestina mengatakan undang-undang restitusi di Israel itu tak adil lantaran tidak memiliki sarana hukum untuk mengklaim kembali properti mereka yang hilang dari keluarga Israel pada akhir 1940-an.

Potensi penggusuran itu diketahui memicu protes warga Palestina yang berujung bentrokan berdarah dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa baru-baru ini.

[Gambas:Video CNN]

(isa/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK