Netanyahu Klaim Bentrokan di Al-Aqsa Terpaksa demi Ketertiban

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 22:11 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bentrokan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, terjadi karena mereka mempertahankan hak atas kedaulatan wilayah itu. Ilustrasi warga Palestina ditangkap oleh aparat keamanan Israel dalam bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa. (AFP/EMMANUEL DUNAND)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, antara aparat keamanan dan warga Palestina terjadi karena mereka berupaya mempertahankan hak atas kedaulatan wilayah itu.

"Ini bukanlah misi yang kami emban yang memicu konflik dari waktu ke waktu dengan mereka yang ingin merebut hak kami, bukan hanya hak kami tetapi juga di Kuil Bait Suci dan juga situs lain. Mereka akan memastikan hak seluruh kalangan, dan hal ini memerlukan perjuangan seperti yang dilakukan oleh polisi Israel dan aparat keamanan kita," kata Netanyahu seperti dilansir Associated Press, Senin (10/5).

"Hal ini tentu diinterpretasikan secara keliru oleh media massa global. Pada akhirnya kebenaran akan muncul, tetapi kita harus memperjuangkan dan menyatakannya," ujar Netanyahu.


Bentrokan di Yerusalem hari ini melukai ratusan warga Palestina. Sekitar 150 di antaranya harus dirawat di rumah sakit akibat luka di wajah karena tertembak peluru karet atau terkena pecahan granat kejut.

Sedangkan Israel menyatakan sembilan polisi terluka dalam bentrokan itu. Salah satunya dirawat.

"Ini adalah perjuangan di jantung Yerusalem. Ini bukan hal baru. Ini adalah perjuangan antara toleransi dan intoleransi. Antara pelanggar dan mereka yang menegakkan hukum dan ketertiban," kata Netanyahu.

Bentrokan hari ini terjadi setelah Kepolisian Israel melarang warga Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati Hari Kemenangan, yakni peringatan atas pendudukan timur Yerusalem oleh Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967. Tadinya warga Yahudi berencana melakukan pawai dengan membawa bendera mengelilingi Kota Tua dan wilayah Muslim, serta berakhir di Tembok Ratapan.

Akan tetapi, pendudukan itu tidak diakui oleh sejumlah negara di dunia.

Ketegangan di Yerusalem sudah terjadi sejak akhir pekan lalu. Pemicunya adalah keputusan aparat keamanan Israel yang menutup akses ke Masjid Al-Aqsa. Hal itu menyulut amarah warga Muslim Palestina yang hendak melaksanakan tarawih dan iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Selain itu, bentrokan juga dipicu keputusan Israel untuk menggusur wilayah pemukiman Muslim Palestina di Sheikh Jarrah, timur Yerusalem. Kini Israel memutuskan menunda rencana penggusuran.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK