Lockdown Dicabut, Ratusan Pemuda Spanyol Pesta Tanpa Masker

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 08:43 WIB
Ratusan pemuda Spanyol berpesta tanpa masker di jalanan Kota Madrid dan Barcelona setelah pemerintah mencabut larangan bepergian. Warga Spanyol pesta pora rayakan berakhirnya jam malam. (REUTERS/NACHO DOCE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan pemuda Spanyol berpesta tanpa masker di jalanan Kota Madrid dan Barcelona setelah pemerintah mencabut larangan bepergian terkait pandemi virus corona, Senin (10/5).

Kebijakan keadaan darurat itu diberlakukan pemerintah pada Oktober 2020 lalu ketika gelombang kedua penularan Covid-19 berlangsung di Spanyol. Aturan itu melarang warga bepergian antarwilayah, termasuk menetapkan jam malam nasional.

Terlihat ratusan orang melanggar protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak sosial hingga tak menggunakan masker di depan umum. Dalam beberapa kasus, aparat kepolisian sampai membubarkan kerumunan dan mendenda sejumlah orang di jalanan kota.


Kepala Kesehatan Darurat Spanyol, Fernando Simon, menyuarakan keprihatinan bahwa perayaan semacam ini dapat meningkatkan risiko penularan corona lagi di negara tersebut dan membuat upaya pemerintah memerangi pandemi selama setahun terakhir sia-sia.

"Saya berharap segala sesuatu yang kita lihat dalam beberapa hari ini tidak diterjemahkan ke dalam peningkatan pasien yang sangat signifikan di rumah sakit," kata Simon seperti dikutip Reuters.

Pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sanchez dan oposisi saling menyalahkan situasi pasca-pencabutan aturan lockdown.

"Ketidakbertanggungjawaban mutlak pemerintah Sanchez yang mengorbankan nyawa," kata pemimpin partai oposisi Partai Rakyat, Pablo Casado.

Casado menuturkan oposisi menginginkan undang-undang baru yang memungkinkan daerah untuk memberlakukan pembatasan perjalanan mandiri.

Sementara itu, pemerintahan Sanchez menyalahkan oposisi yang baru saja memenangkan pemilihan umum lokal di sejumlah kota seperti di Madrid berkat pelonggaran aturan pembatasan virus corona.

"Ketika Anda menghabiskan berbulan-bulan menabur kebebasan palsu dalam kewarganegaraan, itulah yang Anda dapatkan," kata pejabat senior pemerintahan Sanchez, Mercedes Gonzalez, kepada radio Cadena Ser.

Dengan pencabutan situasi darurat ini, setiap daerah di Spanyol harus mengajukan penerapan kebijakan pembatasan terkait virus corona secara mandiri ke pengadilan.

Pemerintah pusat menuturkan daerah memiliki opsi untuk menerapkan kebijakan darurat secara lokal.

Hingga kini, Spanyol mencatat lebih dari 3,5 juta kasus corona dengan hampir 79 ribu kematian. Dalam dua pekan terakhir, jumlah kasus harian corona turun menjadi kurang dari 200 kasus setiap hari.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK