Cerita WNI Terjebak Lockdown India di Hari Lebaran

CNN Indonesia | Kamis, 13/05/2021 13:30 WIB
Seorang WNI, Anggy Eka Pratiwi, yang berkuliah di India terjebak lockdown akibat lonjakan infeksi virus corona. Ilustrasi tenaga kesehatan di India. (REUTERS/NAVESH CHITRAKAR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggy Eka Pratiwi tetap nekat merantau ke India pada awal 2021 demi melanjutkan kuliah di salah satu kampus teknologi di negara bagian Rajasthan.

Padahal, mahasiswi asal Indonesia itu tahu bahwa pandemi virus corona masih membuat situasi dan kondisi tidak menentu.

Ternyata benar, empat bulan berselang, situasi pandemi virus corona di India malah semakin memburuk. Saat ini, India menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus dan kematian akibat corona nomor dua tertinggi di dunia.


Rumah sakit di seluruh penjuru India semakin kewalahan menangani pasien corona yang terus berdatangan setiap jam. Layanan krematorium pun harus tak henti mengkremasi jenazah pasien corona yang meninggal selama 24 jam dalam sepekan.

Situasi kian diperburuk dengan pasokan vaksin yang menipis. Padahal, India menjadi salah satu produsen dan pemasok vaksin corona terbesar di dunia.

Vaksinasi dianggap menjadi salah satu cara ampuh sejauh ini untuk menekan penularan corona.

Di sisi lain, warga India pun banyak yang abai terhadap protokol kesehatan seperti jarang menggunakan masker dan menjaga jarak sosial.

"Sebenarnya pas saya berangkat itu sudah berpikir kalau di India kan progresnya bagus, vaksinasi juga cepat, jadi akan membaik lebih cepat dari pada Indonesia. Tapi kenyataannya corona gelombang ke dua datang cepat banget hanya dalam hitungan hari banyak banget yang kena, untungnya saya ada di kompleks kampus yang cukup tertutup jadi merasa sedikit aman," ucap Anggy.

Hingga H-10 Hari Raya Idul Fitri, Anggy terpaksa mengurungkan niat pulang ke Indonesia agar bisa berlebaran bersama keluarga.

Selain takut tertular dan menularkan penyakit kepada keluarga, Anggy menuturkan tidak ada penerbangan menuju Indonesia dari India lantaran masih menerapkan penguncian wilayah atau lockdown.

"Lockdown awalnya sampai 2 Mei tetapi diperpanjang sampai 17 Mei. Jadi tidak ada pesawat ke Indonesia. Ada tapi mahal sekali karena pesawat charter," ujar Anggi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com pada 3 Mei lalu.

Anggy mengaku sedih lantaran keputusannya melanjutkan studi di India datang tidak pada waktu yang mudah. Hal itu membuatnya terjebak di negeri orang di tengah pandemi corona yang semakin memburuk.

Namun, Anggy mengaku tetap merasa beruntung bisa datang ke India dan belajar langsung di kampusnya, Institut Teknologi India Jodhpur (IITJ).

Terjebak Lockdown India di Hari Lebaran

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK