Jepang Tetapkan Tiga Kawasan Baru Darurat Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 09:11 WIB
Jepang menetapkan tiga kawasan baru dalam kondisi darurat covid-19, yakni Hokkaido, Okayama, dan Hiroshima. Jepang menetapkan tiga kawasan baru dalam kondisi darurat covid-19, yakni Hokkaido, Okayama, dan Hiroshima. Ilustrasi. (iStockphoto/electravk).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang menetapkan tiga kawasan baru dalam kondisi darurat covid-19. Yakni, Hokkaido, Okayama, dan Hiroshima. Tiga wilayah ini menambah panjang daftar kawasan darurat dari sebelumnya Tokyo, Osaka, Hyogo, dan Kyoto.

Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan keputusan itu diambil usai meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona di tiga kawasan baru itu.

Keputusan tersebut, kata Menteri Nishimura, juga diambil setelah mendengarkan berbagai pandangan dalam pertemuan dengan para ahli.


"Berdasarkan pandangan tersebut, kami menarik kembali proposal awal dan membuat yang baru dan mendapat persetujuan untuk itu (penetapan status)," ungkap Nishimura seperti dilansir Reuters, Jumat (14/5).

Pada Rabu (12/5) lalu, Aichi dan Fukuoka juga ditetapkan dalam kondisi darurat. Hal tersebut dilakukan karena pemerintah setempat mencatat 969 kasus baru covid-19. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak akhir Januari 2021.

Sementara itu, pemerintah Osaka melaporkan 851 kasus baru dan mengatakan 50 orang meninggal dunia. Itu jumlah kematian tertinggi kedua dalam satu hari.

Infeksi yang menyebar terus membuat sistem medis negara di bawah tekanan. Berdasarkan data Kamis (13/5), hampir 1.200 pasien COVID-19 di Jepang dalam kondisi serius. Tak hanya itu, lebih dari 6.800 kasus baru di Jepang dikonfirmasi dalam satu hari.

Selain menetapkan status darurat di beberapa kawasan, pemerintah Jepang juga memperluas larangan masuk saat ini, termasuk orang asing dengan status penduduk di Jepang yang pernah tinggal di India, Pakistan atau Nepal dalam 14 hari terakhir. Larangan itu dimulai pada Jumat (14/5).

Para peneliti di Institut Penyakit Menular Nasional Jepang mengungkapkan bahwa kemungkinan varian yang membawa mutasi N501Y menjadi penyebab 90 persen kasus baru di Jepang.

(chri/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK