Perusahaan AS Izinkan Karyawan Tak Bermasker Usai Vaksinasi

CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 15:01 WIB
Sejumlah perusahaan AS mulai membebaskan penggunaan masker bagi karyawan yang telah tuntas menerima suntikan vaksin covid-19. Ilustrasi masker. (Foto: iStockphoto/Charlie Waradee)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) mulai mengkaji kembali kewajiban penggunaan masker setelah pemerintah melonggarkan protokol kesehatan Covid-19 pekan ini.

Salah satunya Walmart Inc. yang tak lagi mengharuskan pekerja dan pembeli mengenakan masker asalkan telah divaksinasi. Kebijakan baru perusahaan swasta terbesar di AS tersebut berlaku bagi 1,6 juta pekerjanya mulai Selasa (18/5).

Sementara itu, pelanggan yang telah divaksinasi bisa langsung berbelanja di tempatnya tanpa mengenakan masker. Sedangkan pelanggan yang belum divaksin diwajibkan tetap mengenakan masker.


"Penggunaan masker juga masih diwajibkan di beberapa kota dan negara bagian. Kami akan tetap mengikuti kebijakan tersebut," tulis Walmart.

Hal tersebut membuat Walmart menjadi penggerak awal penerapan dari panduan baru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Langkah serupa juga diambil Costco Wholesale Corp. Pelanggan dan karyawan yang telah divaksinasi bisa berbelanja tanpa mengenakan masker. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan di lokasi atau negara bagian yang sudah membebaskan penggunaan masker.

"Kami masih terus merekomendasikan karyawan dan pelanggan, terutama yang berisiko lebih tinggi, untuk tetap mengenakan masker dan face shield," tulis Costco di laman resminya seperti dilansir CNN.

Namun, Costco tidak akan meminta bukti vaksinasi dari pelanggan. Mereka hanya meminta kerja sama, rasa bertanggung jawab, dan saling menghormati terkait aturan baru itu.

Sementara itu, General Motor Co. dan Toyota Motor Corp. mengatakan masih akan berpegang pada kebijakan yang ada sambil menunggu panduan dari Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Serupa, Kroger Co., sebagai jaringan supermarket terbesar di negara itu memilih terus menerapkan aturan penggunaan masker dan jaga jarak sosial. Namun, mereka juga meminta tanggapan dari karyawan saat meninjau panduan terbaru CDC.

Sebelumnya, AS mengizinkan warga yang sudah tuntas mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk tak lagi memakai masker ketika berada di dalam ruangan.

Langkah itu diambil setelah melihat data efektivitas tinggi vaksin yang digunakan di AS. Berdasarkan riset itu, sangat langka orang terkena Covid-19 setelah divaksin.

Walau ada yang terkena Covid-19 setelah divaksin, potensi pasien itu menularkan ke orang lain sangat kecil.

Selain itu, 60 persen populasi dewasa di AS juga sudah mengikuti program vaksinasi, baik itu baru satu kali suntik atau sudah tuntas.

Penambahan kasus baru Covid-19 di AS pun dianggap tak setinggi tahun lalu, yaitu rata-rata 38 ribu infeksi sehari. Jika diambil rata-rata dengan jumlah penduduk keseluruhan di AS, hanya ada 11 kasus baru di antara 100 ribu orang.

Hingga kini (15/5), berdasarkan data Johns Hopkins University, AS masih menjadi negara kasus Covid-19 terbanyak di dunia dengan 32.894.616 kasus dan 585.225 kematian.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa orang di tempat dengan jumlah penularan Covid-19 yang tinggi harus tetap memakai masker meski sudah tuntas vaksinasi.

AFP meminta pernyataan WHO setelah AS mengizinkan warganya yang sudah tuntas divaksin untuk tak memakai masker ketika berkegiatan di dalam ruangan. Namun, WHO tak mengomentari mengenai keputusan AS tersebut dalam balasan surelnya kepada AFP.

(chr/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK