AS Izinkan Warga Tuntas Vaksin Tak Pakai Masker Dalam Ruangan

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 05:15 WIB
Amerika Serikat mengizinkan warganya yang sudah tuntas mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk tak lagi memakai masker ketika berada di dalam ruangan. Presiden Joe Biden menganggap keputusan ini sebagai lompatan hebat dalam perang AS melawan Covid-19. (Getty Images via AFP/Drew Angerer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat mengizinkan warganya yang sudah tuntas mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk tak lagi memakai masker ketika berada di dalam ruangan.

"Semua orang yang sudah tuntas divaksin dapat berpartisipasi dalam aktivitas di dalam dan luar ruangan, besar atau kecil, tanpa memakai masker atau menjaga jarak," ujar Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rochelle Walensky.

Sebagaimana dilansir AFP, Walensky kemudian berkata, "Jika kalian sudah tuntas divaksin, kalian dapat memulai hal-hal yang kalian tak lagi lakukan karena pandemi."


CDC mengambil keputusan ini setelah data menunjukkan efektivitas tinggi vaksin yang digunakan di AS. Berdasarkan riset itu, sangat langka orang terkena Covid-19 setelah divaksin.

Walau ada yang terkena Covid-19 setelah divaksin, potensi pasien itu menularkan ke orang lain sangat kecil.

Meski demikian, CDC menyarankan warga yang sudah tuntas divaksin untuk tetap memakai masker jika berada di dalam transportasi publik dan terminalnya, termasuk saat bepergian ke luar AS.

Tak lama setelah CDC mengumumkan keputusan ini, Presiden Joe Biden langsung berbicara dalam siaran langsung di televisi. Menurutnya, keputusan ini merupakan terobosan hebat dalam perang AS melawan Covid-19.

"Saya pikir ini merupakan lompatan hebat. Hari yang baik," katanya.

Sampai saat ini, sekitar 59 persen populasi orang dewasa di AS sudah mengikuti program vaksinasi, baik itu sudah tuntas atau baru sekali suntik.

Penambahan kasus baru Covid-19 di AS pun dianggap tak setinggi tahun lalu, yaitu rata-rata 38 ribu infeksi sehari. Jika diambil rata-rata dengan jumlah penduduk keseluruhan di AS, hanya ada 11 kasus baru di antara 100 ribu orang.

(has/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK