India Evakuasi Hampir 150 Ribu Warga untuk Antisipasi Topan

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 15:43 WIB
India mengevakuasi hampir 150 ribu warga dari daerah dataran rendah di sepanjang pantai barat untuk antisipasi terjangan topan kuat. Warga India. (AP/Rajesh Kumar Singh)
Jakarta, CNN Indonesia --

India mengevakuasi hampir 150 ribu warga dari daerah dataran rendah di sepanjang pantai barat untuk antisipasi terjangan topan kuat.

Topan yang telah menewaskan sedikitnya enam orang itu diperkirakan akan mendarat di negara bagian Gujarat pada Selasa (18/5) pagi.

Topan Tauktae, yang terbentuk di laut Arab, telah membawa hujan lebat dan angin kencang yang merusak rumah dan menumbangkan pohon di bagian barat dan selatan India.


"Kemungkinan besar akan meningkat lebih lanjut selama 24 jam, dan bergerak ke utara-barat laut dan mencapai pantai Gujarat pada Selama malam (17/5)," kata Departemen Meteorologi India dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Topan tersebut diperkirakan akan melintasi Gujarat dengan hembusan angin hingga 175 km/jam.

Hampir 150.000 warga akan dievakuasi dari desa-desa dan daerah dataran rendah dekat pantai.

Pemerintah Gujarat telah mengeluarkan petunjuk untuk menyelesaikan proses evakuasi pada Minggu malam.

Saat topan bergerak ke utara, setidaknya enam orang tewas di negara bagian Goa dan Karnataka di barat.

Lebih jauh ke selatan, 31 kapal yang terdaftar di negara bagian Tamil Nadu hilang.

Badan Meteorologi juga memperingatkan kemungkinan banjir di jalur pelarian. Gangguan pada layanan kereta api juga diperkirakan terjadi hingga 21 Mei.

Komite Manajemen Krisis Nasional mengatakan hampir 80 tim manajemen bencana telah dikerahkan di beberapa negara bagian.

Tim penyelamat dan bantuan dari tentara, angkatan laut dan penjaga pantai, bersama dengan kapal dan pesawat, telah dikerahkan.

"Semua tindakan diambil untuk mengevakuasi orang-orang di daerah yang terkena topan untuk memastikan tidak ada korban jiwa," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Bencana ini terjadi ketika India tengah menghadapi tsunami corona.

Menteri Utama Gujarat Vijay Rupani telah meminta jajarannya memastikan pasokan listrik ke rumah sakit Covid-19 tidak terganggu. Begitu juga fasilitas medis lainnya dan pasokan oksigen dipastikan tetap aman.

Sementara vaksinasi telah ditangguhkan selama dua hari ke depan.

Di negara bagian tetangga Maharashtra, pemerintah telah memindahkan pasien Covid-19 yang dirawat di lokasi darurat di ibu kota negara bagian, Mumbai, ke rumah sakit lain saat topan bergerak menuju Gujarat.

Gujarat juga merupakan rumah bagi kilang dan pelabuhan besar.

Semua tindakan pencegahan yang diperlukan sedang dilakukan di kilang Jamnagar, kompleks kilang minyak terbesar di dunia, yang dimiliki oleh Reliance Industries.

Operasi di pelabuhan Mundra, pelabuhan swasta terbesar India, di Gujarat berjalan normal.

Pihak berwenang di Pelabuhan Kandla, pelabuhan terbesar yang dikelola pemerintah di negara itu, mengatakan langkah-langkah telah diambil untuk mengevakuasi sekitar 5.000 orang dari daerah dataran rendah.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK