Usai Menghilang, PM India Klaim Rasakan Derita Pandemi Warga

tim, CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 23:40 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi akhirnya muncul dan mengatakan dia merasakan penderitaan semua orang India yang berjuang melawan pandemi. Usai 'Menghilang' PM India Klaim Rasakan Penderitaan Warga (Jewel SAMAD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan dia merasakan penderitaan semua orang India yang berjuang melawan pandemi. Hal ini diungkapkannya dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat (14/5), setelah berminggu-minggu menghindari sebagian besar komentar publik tentang gelombang virus corona yang menghancurkan negaranya.

Pemimpin nasionalis Hindu itu telah disengat oleh kritik terhadap penanganan virus di negara tersebut. Dalam beberapa waktu belakangan negara berpenduduk 1,3 miliar itu melaporkan 4.000 kematian untuk hari ketiga berturut-turut dan 343.144 infeksi baru.

Banyak orang India telah menggunakan media sosial untuk menuduh pemerintahan sayap kanan populis Modi meninggalkan mereka ketika keluarga yang putus asa berjuang untuk menemukan tempat tidur rumah sakit, tabung oksigen, dan obat-obatan anti-virus.


Pemimpin Kongres oposisi Rahul Gandhi mengatakan Perdana Menteri telah "hilang" seperti oksigen dan tempat tidur rumah sakit.

Tetapi Modi mengatakan Jumat bahwa pemerintahannya sedang mengerjakan "pijakan perang" melawan Covid-19.

"Karena virus corona ini, kami kehilangan orang-orang yang dekat dengan kami. Rasa sakit yang dialami warga kami beberapa hari terakhir ini, saya juga merasakannya," katanya.

"Apa pun rintangan yang ada, kami coba singkirkan."

Modi mengatakan bahkan militer sedang bekerja melawan apa yang disebutnya "musuh tak terlihat yang selalu berubah bentuk."

"India tidak akan kehilangan harapan. Kami akan berjuang dan menang melawan virus ini."

Pidatonya ini muncul ketika virus corona mulai mereda di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai. Namun ironisnya di pedalaman India, tempat tinggal bagi dua pertiga populasi, tengah dilanda infeksi terbesar.

Penduduk mengatakan kematian tidak dilaporkan dan dengan krematorium kewalahan, akibantnya beberapa mayat telah dibuang ke sungai. Hal ini memaksa pemerintah meminta patroli polisi di Sungai Gangga dan di tempat lain untuk menghentikan orang membuang orang meninggal di sana.

"Infeksi korona menyebar dengan cepat di desa kami juga," tambah Modi, mengatakan pemerintahnya "berusaha semaksimal mungkin" untuk menghentikannya.

Pemerintah mengandalkan upaya vaksinasi besar-besaran, tetapi telah tertinggal dalam tujuannya memberikan suntikan kepada 300 juta orang pada akhir Juli.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK