Prancis Ajukan Resolusi Gencatan Senjata Israel-Gaza ke PBB

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 19:11 WIB
Prancis mengajukan resolusi gencatan senjata antara Israel dan kelompok-kelompok di Jalur Gaza, Palestina, dalam rapat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (18/5). Ilustrasi Dewan Keamanan PBB. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis mengajukan resolusi gencatan senjata antara Israel dan kelompok-kelompok di Jalur Gaza, Palestina, dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (18/5).

Kantor Kepresidenan Prancis menyatakan bahwa mereka menggodok resolusi itu bersama Mesir dan Yordania.

"Ketiga negara sepakat pada tiga elemen sederhana: penembakan harus dihentikan, waktunya telah tiba untuk gencatan senjata, dan Dewan Keamanan PBB harus menangani masalah tersebut," demikian pernyataan Kantor Kepresidenan Prancis.


Sebagaimana dilansir AFP, usulan resolusi ini tercapai setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Abdel Fattah al-Sisi selaku presiden Mesir menyetujui resolusi gencatan senjata dalam konferensi video dengan Raja Yordania, Abdullah II.

Prancis mendesak agar gencatan senjata antara Israel dan kelompok-kelompok di Jalur Gaza dilakukan secepatnya, setidaknya dalam beberapa hari ke depan.

Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan bahwa para anggota DK sudah mendengar usulan resolusi Prancis itu. Selaku pemimpin DK PBB bergilir saat ini, China mendukung usulan tersebut.

"Tentu saja, kami mendukung semua upaya untuk memfasilitasi penghentian krisis agar perdamaian muncul kembali di Timur Tengah," ucap Zhang Jun.

[Gambas:Video CNN]

Namun, pada Selasa (18/5) malam, beberapa negara anggota Dewan Keamanan mengaku belum menerima salinan draf dari Prancis. Salah satu diplomat memperkirakan draf itu akan "singkat dan sederhana."

Belum diketahui pula DKK PBB akan menyetujui resolusi gencatan senjata yang diajukan Prancis, Mesir, dan Yordania ini atau tidak.

Pada pertemuan sebelumnya saja, DK PBB tak dapat mengadopsi deklarasi sederhana mengenai konflik Israel dan Palestina.

Sebagai sekutu Israel, Amerika Serikat menolak tiga usulan pernyataan seruan penghentian pertempuran yang disusun oleh China, Norwegia, dan Tunisia.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK