Ribuan Warga Kongo Evakuasi Mandiri Pasca-Letusan Gunung

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 23/05/2021 14:31 WIB
Ribuan warga Kota Goma, Republik Demokratik Kongo mengevakuasi diri pada Minggu (23/5) pagi waktu setempat setelah Gunung Nyiragongo meletus malam sebelumnya. Ribuan warga Kota Goma, Republik Demokratik Kongo mengevakuasi diri pada Minggu (23/5) pagi waktu setempat setelah Gunung Nyiragongo meletus malam sebelumnya. (REUTERS/OLIVIA ACLAND)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan warga Kota Goma, Republik Demokratik Kongo mengevakuasi diri pada Minggu (23/5) pagi waktu setempat setelah Gunung Nyiragongo meletus malam sebelumnya.

Bahkan, sebelum pengumuman resmi untuk melakukan evakuasi mandiri dikeluarkan pemerintah setempat, sudah banyak warga yang berinisiatif untuk keluar dari Kota Goma.

Pemerintah daerah setempat menyebut bahwa lahar telah mencapai bandara di Kota Goma yang terletak di tepi Danau Kivu. Setidaknya, letusan gunung berapi itu telah menewaskan 100 orang.


"Situasinya memburuk," kata seorang pejabat dari Taman Nasional Virunga, tempat gunung berapi itu berada, dikutip dari AFP.

Pada Minggu (23/5) pagi waktu setempat, setidaknya 3.000 orang telah tiba di negara tetangga Kongo, yaitu Rwanda tepatnya di distrik Rubavu.

Pemerintah Rwanda telah mengulurkan bantuan kepada warga Kota Goma yang mengungsi ke negaranya dengan menampung mereka di sekolah dan tempat ibadah.

Menteri Komunikasi Kongo, Patrick Muyaya mengkonfirmasi pada hari Sabtu (22/5) kemarin bahwa rencana evakuasi telah digaungkan.

"Pemerintah sedang membahas langkah-langkah mendesak yang harus diambil saat ini," ujar Muyaya.

Gunung Nyiragongo sendiri meletus pada Sabtu (22/5) malam waktu setempat. Letusan membuat langit di sekitar gunung menjadi kemerahan.

Pada tanggal 10 Mei 2021 lalu, Observatorium Vulakonologi Goma telah memperingatkan bahwa aktivitas seismik di sekitar gunung berapi makin meningkat.

Gunung Nyiragongo terakhir kali meletus pada 17 Januari 2002. Kala itu, lahar dari gunung berapi menewaskan lebih dari seratus orang dan menutupi hampir seluruh Kota Goma.

(din/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK