Biden Kecam 'Pembajakan' Pesawat, Dukung Sanksi atas Belarus

CNN Indonesia | Selasa, 25/05/2021 07:34 WIB
Presiden Joe Biden mengecam upaya 'pembajakan' pesawat Ryanair yang dilakukan Belarus demi menangkap aktivis sekaligus jurnalis pro-oposisi, Roman Protasevich. Presiden Joe Biden mengecam upaya 'pembajakan' pesawat Ryanair yang dilakukan Belarus demi menangkap aktivis sekaligus jurnalis pro-oposisi, Roman Protasevich. (Getty Images via AFP/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika serikat, Joe Biden, mengecam upaya "pembajakan" pesawat Ryanair yang dilakukan Belarus demi menangkap aktivis sekaligus jurnalis pro-oposisi, Roman Protasevich.

"Insiden memalukan ini dan video Pratasevich saat ditahan merupakan pelanggaran memalukan untuk perbedaan pandangan politik dan kebebasan pers," ujar Biden seperti dikutip AFP, Senin (24/5).

Biden merujuk pada salah satu video yang ditayangkan stasiun televisi Belarusia. Dalam video itu, Protasevich mengaku bersalah atas tuduhan memicu kerusuhan massal.


Menurut Biden, tindakan pemerintah Belarusia tersebut sangat tak sesuai dengan prinsip kebebasan berpendapat. Ia pun mendukung Uni Eropa yang dikabarkan bakal menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Belarusia.

"Saya mendukung kabar bahwa Uni Eropa berencana menjatuhkan sanksi ekonomi dan upaya lainnya. Saya juga sudah meminta tim saya untuk mencari opsi yang layak untuk menuntut pertanggungjawaban dari mereka yang bertanggung jawab," ucap Biden.

Biden melontarkan pernyataan ini sehari setelah pemerintah Belarusia dilaporkan memaksa pesawat milik maskapai Inggris, Ryanair, untuk mendarat di Minsk agar mereka bisa menangkap Protasevich.

Insiden ini terjadi saat pesawat dengan kode penerbangan 4978 itu sedang dalam perjalanan dari Athena, Yunani, menuju Lithuania.

Menurut saksi di pesawat, pilot tiba-tiba menyatakan bahwa pesawat itu harus mendarat darurat di Minsk karena ada kendala teknis.

Saat mendengar pengumuman itu, Protasevich langsung berdiri dari kursi dan mengambil tas berisi perangkat elektronik, seperti komputer jinjing hingga ponsel.

Protasevich lantas memberikan seluruh perangkat elektronik itu kepada seorang perempuan warga Rusia, Sofia Sapega. Dia adalah mahasiswi yang diduga merupakan kekasih Protasevich.

Seorang penumpang yang duduk di bangku belakang Protasevich, Marius Rutkauskasu, mengatakan bahwa begitu pilot mengumumkan pendaratan darurat, wajah Protasevich langsung murung.

"Saya melihat dia duduk di samping kekasihnya dan mulai panik. Sebagaimana yang saya pahami, dia adalah jurnalis itu. Dia panik karena pesawat itu akan mendarat di Minsk. Dia mengatakan hukuman mati sudah menunggunya," kata Rutkauskaus sebagaimana dilansir CNN.

Pihak Ryanair menyatakan bahwa awak mereka diberi tahu oleh kru menara pengawas di Minsk agar mereka segera mendarat karena ada ancaman.

Namun, Wakil Komandan Angkatan Udara Belarus, Mayjen Andrey Gurtsevich, membantah tuduhan memaksa pesawat Ryanair mendarat.

Dia mengatakan bahwa mereka menyatakan kepada pilot Ryanair ada sebuah ancaman keamanan di pesawat itu. Mereka pun mengutus jet tempur MiG29 untuk mengawal pesawat Ryanair itu hingga mendarat.

This picture taken on September 27, 2019 shows an Boeing 737 NG / Maxof Irish Low Cost compagny Ryanair after taking off from the Toulouse-Blagnac airport, near Toulouse. (Photo by PASCAL PAVANI / AFP)Ilustrasi Ryanair. (AFP/Pasval Pavani)

Setelah pesawat mendarat, dilaporkan ada enam orang turun dan tidak melanjutkan penerbangan. Diduga mereka adalah Protasevich, Sapega, dan sejumlah agen intelijen yang diutus untuk membuntuti.

Protasevich diperkirakan sudah dibuntuti agen intelijen sejak lama akibat sepak terjangnya. Selama ini, ia menjalankan aksi menolak rezim Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, yang sudah berkuasa selama 26 tahun dari luar negeri.

Dia membentuk kanal di aplikasi Telegram bernama Nexta, yang menjadi salah satu motor penggerak aksi unjuk rasa menentang Lukashenko.

Pemerintahan Lukashenko menjeratnya dengan delik pidana mengatur aksi massa hingga mengakibatkan kerusuhan dan merusak ketertiban umum. Dia juga masuk ke dalam daftar buronan di Belarus kategori terorisme.

[Gambas:Video CNN]

Lukashenko selama ini dikenal sebagai pemimpin diktator dan dekat dengan Rusia. Mereka menjadi negara penyangga (buffer state) antara Rusia dengan negara-negara anggota Uni Eropa.

Dia kembali dilantik karena diklaim menang pemilihan presiden pada 2020. Namun, pesaingnya yang merupakan politikus sekaligus aktivis hak asasi manusia, Sviatlana Tsikhanouskaya, menuduh ada indikasi kecurangan.

Tsikhanouskaya serta kelompok oposisi lantas menggelar unjuk rasa. Lukashenko dan rezimnya menolak klaim Tsikhanouskaya dan menuduhnya mengganggu ketertiban umum.

Lukashenko lantas memerintahkan aparat meredam aksi demo dan menangkap sejumlah tokoh oposisi. Tsikhanouskaya berhasil kabur dan saat ini bermukim di Lithuania.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK