Kate Middleton Terima Dosis Pertama Vaksin Covid-19

tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/05/2021 08:44 WIB
Kate Middleton mengungkapkan telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 pada Sabtu (29/5) di Science Museum, London, sepekan setelah Pangeran William. Kate Middleton mengungkapkan telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 pada Sabtu (29/5) di Science Museum, London, sepekan setelah Pangeran William. (AFP PHOTO/ POOL /Andrew Matthews)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Kerajaan Inggris, Kate Middleton mengungkapkan telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 pada Sabtu (29/5).

Istri Pangeran William ini mengatakan bahwa dia menerima suntikan vaksin di Science Museum, lokasi wisata terkemuka yang bertempat tidak jauh dari kediaman Kate di Kensington Palace di London barat.

Dia juga memberikan penghormatan kepada semua orang yang terlibat dalam program vaksinasi.


"Kemarin saya menerima dosis pertama vaksin Covid-19 di Science Museum London," kata Middleton di akun Twitter seraya membagikan foto dirinya menerima suntikan.

"Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang berperan dalam program ini - terima kasih atas semua yang Anda lakukan," tambahnya.

Dalam foto tersebut, sang Duchess of Cambridge ini terlihat tampil kasual dengan atasan lengan pendek berwarna putih yang dipadukan dengan celana jin.



Sebelum Middleton, William telah lebih dulu menerima vaksin Covid-19 pada pekan lalu. Kala itu, ia juga memberi penghormatan yang sama seperti yang disampaikan istrinya.

William sempat dinyatakan positif terkena virus corona pada 2020, menurut laporan di media Inggris.



Sementara, Ratu Elizabeth II mengumumkan pada bulan Januari bahwa dia telah menerima vaksin Covid-19, bersama dengan suaminya, Pangeran Philip, yang meninggal pada usia 99 pada bulan April.

Sebagaimana dilansir CNN, lebih dari 38 juta orang di Inggris telah menerima dosis pertama vaksin virus corona, dan menurut situs pemerintah, sekitar 24 juta telah menerima dosis kedua.

Lebih dari 128 ribu orang telah meninggal karena Covid-19 di Inggris, menurut data Johns Hopkins University.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK