Petinggi ASEAN Disebut Akan Kunjungi Myanmar Temui Junta

CNN Indonesia | Rabu, 02/06/2021 08:11 WIB
Ketua dan Sekretaris Jenderal ASEAN dikabarkan akan melakukan kunjungan ke Myanmar pekan ini terkait krisis pasca-kudeta di negara tersebut. Ilustrasi. Warga Myanmar kabur ke Thailand usai diserang junta militer. (Via REUTERS/KAREN WOMEN'S ORGANIZATION)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua dan Sekretaris Jenderal ASEAN dikabarkan akan melakukan kunjungan ke Myanmar pekan ini terkait krisis pasca-kudeta di negara tersebut.

Empat sumber diplomatik menuturkan Menteri Luar Negeri Kedua Brunei, Erywan Yusof, dan Sekjen ASEAN, Lim Jock Hoi, akan bertemu para pemimpin junta militer Myanmar dan beberapa pihak terkait lainnya di sana.

Belum jelas apakah para pejabat ASEAN itu akan bertemu dengan kabinet tandingan junta, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG).


Sumber tersebut memperingatkan bahwa rencana lawatan tersebut masih bisa batal dan ditunda akibat hambatan logistik dan diplomatik.

Hingga kini, juru bicara ASEAN, NUG, hingga kedutaan Brunei untuk ASEAN tak segera menjawab permintaan konfirmasi dari Reuters.

Jika terkonfirmasi, kunjungan petinggi ASEAN ke Myanmar ini berlangsung lima minggu setelah pertemuan asosiasi negara Asia Tenggara itu digelar di Jakarta.

Pertemuan yang dihadiri para pemimpin negara ASEAN itu, termasuk pemimpin junta Myanmar, menghasilkan lima poin konsensus demi memulihkan kerusuhan dan kekerasan di Myanmar.

Salah satu poin konsensus adalah mengirim utusan khusus ASEAN ke Myanmar. Namun, hingga kini utusan khusus itu dikabarkan belum ditunjuk. Mandat serta masa jabatan utusan khusus itu pun belum diputuskan lantaran perbedaan pendapat di antara negara anggota.

Sebuah dokumen kerangka yang dirilis Brunei pada bulan lalu mengusulkan bahwa utusan khusus ASEAN untuk Myanmar ini aktif hingga akhir 2021.

Sumber menuturkan dokumen itu juga mengusulkan pembatasan kewenangan dan tugas utusan khusus tersebut hanya untuk mediasi.

Beberapa negara ASEAN tak setuju dengan hal itu lantaran dinilai merusak kedudukan dan pengaruh dari utusan tersebut.

Keempat sumber diplomatik mengatakan Indonesia dan Thailand berselisih terkait detail pembentukan utusan khusus ASEAN tersebut.

Indonesia dikabarkan lebih memilih untuk menunjuk satu utusan yang akan memimpin misi soal Myanmar ini. Namun, Thailand-yang memiliki kedekatan dengan junta Myanmar-mendorong ASEAN membentuk lebih banyak perwakilan dalam tim utusan khusus tersebut.

Sementara itu, sebagian besar negara ASEAN lebih mendukung pembentukan tiga utusan yakni perwakilan dari Indonesia, Thailand, dan Brunei.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI dan Thailand menolak berkomentar terkait hal itu.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK