Dubes Saudi: Belum Ada Detail Resmi soal Haji 2021

CNN Indonesia | Kamis, 03/06/2021 18:43 WIB
Duta Besar Arab Saudi untuk RI menegaskan bahwa belum ada detail informasi resmi dari Riyadh mengenai penyelenggaraan ibadah haji 2021. Ilustrasi. (Diolah dari thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Altaghafi, menegaskan bahwa belum ada detail informasi resmi dari Riyadh mengenai penyelenggaraan ibadah haji 2021.

"Informasi detail terkait haji dan umrah sampai hari ini belum ada pengumuman resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi," ujarnya dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Kamis (3/6).

Ia kemudian berkata, "Keterangan resmi perihal haji dan umrah akan disampaikan dalam waktu dekat, terkait berapa kuota yang akan di buka untuk haji tahun ini."


Ia kemudian membahas kabar di beberapa media bahwa Saudi akan menerima 60 ribu jemaah haji pada tahun ini.

"Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari Menteri Haji dan Umrah terkait Arab Saudi akan membuka 60.000 jamaah seperti yang beredar di masyarakat," ucapnya.

Bagaimanapun, ia mengapresiasi keputusan pemerintah Indonesia untuk tak membuka keberangkatan jemaah haji tahun ini.

Kabar mengenai jumlah jemaah haji ini pertama kali berkembang pada 22 Mei lalu. Saat itu, media lokal Saudi, Haramain, melaporkan bahwa pemerintah setempat akan menerima 60 ribu jemaah haji.

Melalui utas di Twitter, Haramain menyatakan bahwa mereka mendapatkan informasi ini dari data Kementerian Kesehatan Saudi.

Haramain juga menjabarkan sederet aturan yang kabarnya bakal diterapkan Saudi dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa aturan itu seperti jemaah yang boleh melaksanakan haji tahun ini harus berusia antara 18-60 tahun, dalam kondisi sehat, dan tidak pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit apa pun selama enam bulan sebelum keberangkatan.

Selain itu, Saudi juga dikabarkan mewajibkan seluruh jemaah haji melakukan vaksinasi corona sebelum berangkat. Mereka juga wajib membawa kartu vaksin resmi dari pemerintah negara asal atau rumah sakit.

Vaksin yang digunakan pun harus yang telah disetujui penggunaannya sejauh ini oleh Saudi, yakni Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna.

Namun hingga kini, pemerintah Arab Saudi memang belum merilis secara resmi informasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, termasuk seberapa banyak jemaah yang akan diterima.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK