WHO Sebut Afrika Tak Siap Hadapi Gelombang Ketiga Corona

CNN Indonesia | Jumat, 04/06/2021 02:38 WIB
WHO menyatakan Afrika tak siap menghadapi virus corona gelombang ketiga karena kondisi rumah sakit yang tak memadai. WHO menyatakan Afrika tak siap menghadapi virus corona gelombang ketiga karena kondisi rumah sakit yang tak memadai. Ilustrasi. (AP/Jerome Delay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan gelombang corona ketiga berpotensi menghantam Afrika. Di sisi lain, pasokan vaksin juga berpotensi berkurang.

Namun demikian, mereka menyatakan Afrika tidak siap menghadapi hantaman tersebut. Pasalnya, banyak rumah sakit dan klinik di sana yang tidak siap.

Ketidaksiapan itu mereka simpulkan dari hasil survei. Menurut survei yang mereka lakukan Mei kemarin, fasilitas dan personel kesehatan penting yang diperlukan untuk menangani pasien covid-19 yang sakit kritis sangat tidak memadai di banyak negara Afrika.


Dari 23 negara yang disurvei, sebagian besar memiliki kurang dari satu tempat tidur unit perawatan intensif per 100 ribu penduduk dan hanya sepertiga yang memiliki ventilator mekanik.

Itu jauh dibanding negara lain. Untuk Jerman dan Amerika Serikat saja misalnya, mereka memiliki lebih dari 25 tempat tidur per 100 ribu orang.

" Ancaman gelombang ketiga di Afrika nyata dan meningkat. Tapi, banyak rumah sakit dan klinik Afrika masih jauh dari siap untuk menangani peningkatan besar pasien sakit kritis," kata direktur regional WHO untuk Afrika Matshidiso Moeti seperti dikutip dari AFP, Kamis (3/6).

Afrika telah secara resmi mencatat lebih dari 4,8 juta kasus infeksi corona dengan 130 ribu kematian. Menurut WHO, kasus di infeksi corona di Afrika itu mewakili 2,9 persen kasus global dan 3,7 persen kematian.

Dalam beberapa pekan terakhir, benua itu telah mengalami peningkatan infeksi. Salah satunya Afrika Selatan.

Negara tersebut memiliki lebih dari 1,6 juta kasus dengan 56.439 kematian. Karena masalah tersebut, mereka memperketat kegiatan masyarakat.

Di Uganda, jumlah kasus melonjak 131 persen dalam satu minggu. Di tengah peningkatan kasus itu, secara bersamaan, Afrika juga menghadapi kekurangan vaksin.

Bahkan di tengah kondisi itu, pengiriman dan pasokan vaksin ke Afrika juga hampir.

Akibatnya, baru 2 persen dari orang Afrika yang sampai saat ini telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin. Padahal, total populasi dunia yang sudah menerima vaksin mencapai 24 persen.

(afp/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK