Hilang Dua Pekan, Presiden Tanzania Diduga Koma karena Corona

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 12/03/2021 08:16 WIB
Presiden Tanzania John Magufuli dikabarkan menghilang setelah dua pekan terakhir. Ia diduga terpapar virus coroa dan menjalani perawatan di India. Presiden Tanzania John Magufuli. (Foto: AFP/MICHELE SPATARI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Tanzania John Magufuli dikabarkan menghilang setelah dua pekan terakhir tidak terlihat di hadapan publik. Hilangnya Magufuli memicu beragam spekulasi bahwa ia tengah mendapat perawatan medis karena Covid-19 di luar negeri.

Kabar menghilangnya Magufuli pertama kali diberitakan oleh surat kabar negara tetangga Kenya, The Nation.

Magufuli dikabarkan menghilang selama hampir dua pekan karena terpapar Covid-19 dalam kondisi kritis. The Nation mengutip sumber politik dan diplomatik dalam laporannya mengatakan bahwa Magufuli menggunakan ventilator saat dirawat di Rumah Sakit Nairobi, sebuah rumah sakit swasta di ibu kota Kenya.


Perwakilan rumah sakit kepada Reuters, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi untuk diungkapkan terkait kabar yang beredar.

Sementara itu juru bicara pemerintah Tanzania belum memberikan komentar resmi terkait kabar menghilangnya Magufulli.

Magufulli merupakan salah satu tokoh yang selama ini kerap menganggap enteng penyebaran virus corona. Ia juga beberapa kali mengutarakan ketidak percayaannya terhadap pandemi Covid-19.

Pemimpin oposisi Tundu Lissu dalam cuitannya mengutip sumber medis dan keamanan di Kenya mengatakan bahwa Magufulli telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit di India.

Kepada Reuters, Lissu mengatakan bahwa Magufulli dalam keadaan koma ketika mendapat perawatan di India usai diterbangkan dari Rumah Sakit Nairobi Kenya pada awal pekan ini.

"Dia [Magufulli] koma sejak kemarin pagi," kata Lissu, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kementerian luar negeri India dan komisi tinggi, atau kedutaan besar Tanzania tidak mengomentari kabar tersebut.

Magufulli, presiden yang berkuasa sejak 2015 terakhir kali terlihat di hadapan publik dalam upacara di State House di Dar es Salaam pada 27 Februari.

Sosok yang dijuluki 'The Bulldozer' ini kerap mengejek tes virus corona dan mengecam vaksinasi yang disebutnya sebagai konspirasi Barat untuk mengeruk kekayaan Afrika. Ia selama ini juga kerap menentang penggunaan masker dan jaga jarak.

"Penyangkalan Covid-nya [sikap Magufulli] ringkih, kebodohan yang berlebihan telah berubah menjadi bumerang yang mematikan," tulis Lissu dalam cuitannya.

Menurut konstitusi Tanzania, Wakil Presiden Samia Suluhu Hassan akan mengambil alih sisa masa jabatan selama lima tahun jika presiden dinyatakan tidak dapat melaksanakan tugasnya.

Data WHO mencatat Tanzania telah berhenti melaporkan data infeksi virus corona sejak Mei 2020 ketika mencatat ada 509 kasus dan 21 kematian.

Direktur WHO Afrika Matshidiso Moeti dalam konferensi pers Kamis (11/3) bahwa dia tidak memiliki informasi langsung terkait kondisi kesehatan Magufulli dan ia enggan berspekulasi terkait kabar menghilangnya.

"Apapun masalahnya dengan Presiden Magufulli, kami hanya dapat mendoakannya dengan baik jika kabar ini benar, dan kami sangat menegaskan kembali kesiapan kami untuk mendukung pemerintah dan rakyat Tanzania," kata Moeti.

(evn/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK