Turki Hadapi Wabah Ingus Laut, Ekosistem Terancam

CNN Indonesia | Senin, 07/06/2021 18:11 WIB
Turki tengah dilanda wabah Cairan kental disebut ingus laut mengambang di permukaan pantai Turki. (AFP/YASIN AKGUL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki tengah dilanda wabah "ingus laut" yang mengancam ekosistem Laut Marmara dan industri perikanan.

"Ingus laut" merupakan lapisan organik berlendir tebal, berwarna keabu-abuan. Wabah itu diketahui menyebar melalui laut selatan Istanbul.

Menteri Lingkungan Turki, Murat Kurum berjanji akan mengatasi wabah ingus laut dengan rencana penanggulangan bencana. Dia mengklaim cara itu bisa melindungi Laut Marmara di masa depan.


"Mudah-mudahan, bersama-sama kita akan melindungi Marmara kita dalam kerangka rencana penanggulangan bencana," kata Kurum, mengutip Reuters, Minggu (6/6).

Kurum menyampaikan Turki berencana menetapkan seluruh Laut Marmara sebagai kawasan lindung yang berguna untuk mengurangi polusi dan meningkatkan pengolahan air limbah.

Dia juga meminta penduduk setempat, seniman dan lembaga swadaya masyarakat untuk bergabung dengannya, membentuk operasi pembersihan laut terbesar di Turki mulai besok, Selasa (8/6).

"Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan dalam tiga tahun dan mewujudkan proyek-proyek yang akan menyelamatkan tidak hanya saat ini tetapi juga masa depan bersama," ujarnya.

Langkah yang akan ditempuh Kurum yakni mengurangi kadar nitrogen di laut hingga 40 persen. Langkah itu diyakini para pakar akan membantu memulihkan perairan ke keadaan semula.

Para pakar itu menyebut iklim dan polusi turut membantu proliferasi bahan organik yang mengandung berbagai macam mikroorganisme berkembang ketika limbah yang kaya nutrisi mengalir ke laut.

Presiden Turki Tayyip Erdogan pun berjanji akan "membersihkan laut dari momok lendir." Ia juga menyalahkan wabah pada air yang tak diolah dari kota-kota termasuk Istanbul, tempat tinggal bagi 16 juta orang.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK