Malaysia Temukan 58 Klaster Covid-19 akibat Lebaran

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 09:10 WIB
Malaysia mendeteksi 60 klaster Covid-19 baru terkait dua hari besar selama sebulan belakangan, 58 di antaranya akibat perayaan Idulfitri. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia mendeteksi 60 klaster Covid-19 baru terkait dua hari besar selama sebulan belakangan, 58 di antaranya akibat perayaan Idulfitri.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Hisham Abdullah, mengatakan bahwa 60 klaster tersebut terdiri dari 58 akibat Lebaran dan 2 karena Hari Gawai. Semua klaster itu terdeteksi dalam rentang 13 Mei hingga 10 Juni.

Dari 60 klaster tersebut, 3.511 orang dinyatakan positif Covid-19. Berdasarkan data pemerintah, 20 dari ribuan yang dinyatakan positif Covid-19 itu meninggal dunia, sementara 11 lainnya masih dirawat di ICU.


"Peningkatan kasus dan kematian dari klaster-klaster perayaan ini serius dan mengkhawatirkan karena terjadi dalam kurun waktu singkat," ujar Hisham, sebagaimana dilansir kantor berita Bernama, Kamis (10/6).

Ia kemudian berkata, "Jika warga masih tak bisa belajar dari bahaya kunjungan rumah dan perjalanan untuk perayaan-perayaan seperti ini, bukan tak mungkin lonjakan kasus akan kembali terjadi di negara ini."

Hisham kemudian menegaskan bahwa semua pihak bertanggung jawab untuk melindungi kelompok usia rentan, terutama orang tua yang berada di kampung halaman.

"Semua warga Malaysia diimbau untuk tetap di rumah jika tak ada kepentingan keluar. Daftarkan diri kalian dan keluarga untuk menerima vaksin Covid-19 demi herd immunity dan menciptakan lingkungan lebih aman bagi semuanya," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Saat ini, Malaysia memang masih terus berjuang melawan pandemi Covid-19. Meski laporan kasus harian Covid-19 di Malaysia turun, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di ICU mencapai 104 persen, terhitung pada Minggu (6/6) lalu.

Hisham mengatakan bahwa penggunaan tempat tidur yang mencapai 104 persen itu mengkhawatirkan, lantaran tak semua pasien kritis mendapat tempat di ICU.

"Situasi ini tak bisa dianggap enteng, apalagi jika ada pihak yang menyebarkan informasi tak akurat mengenai situasi tersebut," ucap Hisham, seperti dikutip The Malaysian Reserve.

Hingga kini, total kasus Covid-19 di Malaysia mencapai 634 ribu dengan angka kematian sebanyak 3.611.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK