WHO Ingatkan Laju Covid-19 Lebih Cepat dari Vaksinasi

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 03:17 WIB
WHO menilai komitmen donasi 1 miliar vaksin covid-19 dari G7 masih kurang mengingat kebutuhan vaksin saat ini mencapai 11 miliar dosis. WHO menilai komitmen donasi 1 miliar vaksin covid-19 dari G7 masih kurang mengingat kebutuhan vaksin saat ini mencapai 11 miliar dosis. (Fabrice COFFRINI / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan laju penyebaran covid-19 lebih cepat daripada vaksin pada Senin (14/6).

Hal itu disampaikan tak lama setelah tujuh negara kaya dunia, G7, menyampaikan komitmen untuk berbagi 1 miliar dosis vaksin covid-19 dengan negara-negara miskin.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut komitmen pemberian 870 juta dosis vaksin baru dari tujuh negara besar itu. Namun, Tedros menilai komitmen itu terlambat dan terlalu sedikit mengingat masih diperlukan 11 miliar suntikan.


"Ini adalah bantuan besar, tetapi kita membutuhkan lebih banyak, dan kita membutuhkannya lebih cepat. Saat ini, virus bergerak lebih cepat daripada distribusi vaksin secara global," ujar Tedros seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/6).

Tedros mengungkapkan lebih dari 10 ribu orang meninggal setiap harinya karena covid-19. Negara miskin dan berkembang membutuhkan vaksinasi sekarang, bukan tahun depan. Sementara penduduk di banyak negara kaya bisa menikmati kembali hidup "normal" berkat tingkat vaksinasi yang tinggi.

WHO menginginkan setidaknya 70 persen populasi dunia divaksinasi pada pertemuan G7 berikutnya di Jerman tahun depan.

"Untuk melakukan itu, kita membutuhkan 11 miliar dosis. G7 dan G20 bisa mewujudkannya," ujar Tedros.

Sebagai informasi, G7 sepakat mendonasikan setidaknya 1 miliar dosis vaksin covid-19 untuk dunia hingga 2023 mendatang.

Dalam pertemuan tinggi pada Kamis (10/6), para pemimpin G7 menyatakan bahwa mereka bakal menyalurkan donasi itu melalui satu skema pembagian dan pendanaan bersama.

Sebagai tuan rumah pertemuan, Inggris mengumumkan bahwa mereka juga akan menyumbangkan 100 juta dosis vaksin covid-19 hingga tahun depan. Sekitar 80 persen dari 100 juta dosis itu akan disalurkan melalui program Covax di WHO.

(afp/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK