India Cabut Lockdown: Warga Brutal, Dokter Siap Ledakan Covid

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 17:01 WIB
Kerumunan warga India membeludak usai pemerintah sejumlah kawasan mencabut lockdown karena penurunan kasus Covid-19. Dokter India khawatir ledakan Covid. Ilustrasi. (AP/Rajanish Kakade)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerumunan warga India dilaporkan langsung membeludak setelah pemerintah sejumlah kawasan mencabut aturan lockdown karena penurunan penularan Covid-19. Para dokter pun khawatir India akan menghadapi ledakan Covid-19 lagi.

Salah satu kekhawatiran itu datang dari Ambrish Mithal, seorang dokter di Max HealthCare, New Delhi. Menurutnya, 19 ribu orang memadati mal di New Delhi saat pemerintah setempat mencabut lockdown akhir pekan lalu.

"Apakah kita sudah gila? Tunggu saja Covid-19 meledak lagi, lalu salahkan pemerintah, rumah sakit, dan negara," kata Mithal melalui Twitter, seperti dikutip Reuters, Selasa (15/6).


Dengan pencabutan lockdown ini, pemerintah memang mengizinkan mal buka sepenuhnya, sementara restoran boleh menerima pelanggan maksimal 50 persen dari total kapasitas.

Selain itu, pemerintah New Delhi dan sejumlah kawasan lainnya juga mulai mengoperasikan berbagai layanan transportasi umum dengan kapasitas 50 persen.

Stasiun kereta di New Delhi dan sejumlah kawasan lain pun terpantau dijejali penumpang. Sejumlah penumpang kemudian mengeluhkan antrean yang mengular pada Selasa pagi.

Pengelola stasiun lantas mengeluarkan peringatan di Twitter bahwa antrean mengular sehingga waktu menunggu kereta akan lebih lama dari biasanya.

Melihat kekacauan ini, tim medis India mengeluh, apalagi program vaksinasi Covid-19 di negara itu juga tersendat. Di sejumlah kawasan, vaksinasi bahkan berhenti karena kekurangan dosis.

"Pemerintah Delhi seharusnya membuka lockdown berdasarkan data ilmiah. Kita mengundang masalah," ujar seorang dokter di Delhi, Arvinder Singh Soin.

Sejumlah kawasan India mulai melonggarkan lockdown setelah laporan kasus Covid-19 menurun ketimbang saat gelombang kedua pandemi melanda negara itu beberapa bulan lalu.

[Gambas:Video CNN]

Saat gelombang dua melanda, India melaporkan rata-rata 400 ribuan kasus per hari. Kini, India memang mencatat rata-rata 60 ribuan kasus per hari, tapi angka itu tetap dianggap tinggi.

Angka kematian harian akibat Covid-19 di India juga masih tinggi, rata-rata 2 ribuan kasus dengan total sejak tahun lalu mencapai 377.031.

Secara keseluruhan, India sudah melaporkan 29,57 juta kasus Covid-19 sejak pandemi melanda tahun lalu. Dengan angka itu, India menempati posisi kedua negara dengan kasus Covid paling banyak, satu peringkat di bawah Amerika Serikat.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK