Vaksinasi Covid Ditunda, PM Thailand Minta Maaf

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 09:41 WIB
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, meminta maaf kepada masyarakat atas keterlambatan program vaksinasi virus corona. Vaksinasi Covid-19 di Thailand. (REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, meminta maaf kepada masyarakat atas keterlambatan program vaksinasi virus corona.

Prayuth menuturkan keterlambatan disebabkan oleh masalah pasokan dan distribusi vaksin hingga menyebabkan beberapa rumah sakit di Bangkok terpaksa menunda jadwal imunisasi pekan ini.

"Saya meminta maaf atas masalah ini dan ingin bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikannya. Kami akan mencoba menangani ini dengan lebih baik ke depan," kata Prayuth kepada wartawan pada Selasa (15/6).


Sejauh ini, sebanyak 4,76 juta orang dari total 66 juta lebih penduduk Thailand telah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19.

Selama ini, pasokan vaksin Thailand bergantung pada perusahaan produsen lokal milik kerajaan. Perusahaan itu memproduksi vaksin AstraZeneca yang didistribusikan ke negara Asia Tenggara.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Thailand telah mengamankan lebih banyak dosis vaksin dari berbagai produsen lain.

Dilansir Reuters, hampir 7.000 organisasi, termasuk perusahaan swasta dan organisasi daerah sedang mencari "vaksin alternatif".

Pemerintah Thailand dijadwalkan menerima 1 juta dosis vaksin Sinopharm pada 20 Juni mendatang.

Sementara itu, pejabat Departemen Pengendalian penyakit, Opas Karnkawingpong, mengatakan 6,5 juta dosis vaksin virus corona akan didistribusikan secara total mulai bulan ini, di mana sebanyak 3,5 juta dosis vaksin sudah didistribusikan sebelumnya.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK