Palestina Batalkan Pertukaran Vaksin Covid-19 dengan Israel

CNN Indonesia | Sabtu, 19/06/2021 02:33 WIB
Palestina membatalkan kesepakatan untuk menerima vaksin covid-19 dari Israel pada Jumat (18/6). Pasalnya, vaksin tersebut hampir kedaluwarsa. Palestina membatalkan kesepakatan untuk menerima vaksin covid-19 yang hampir kedaluwarsa dari Israel pada Jumat (18/6). Ilustrasi. (AFP/JUSTIN TALLIS).
Jakarta, CNN Indonesia --

Palestina membatalkan kesepakatan untuk menerima vaksin covid-19 yang hampir kedaluwarsa dari Israel pada Jumat (18/6).

Menteri Kesehatan Palestina Mai Al Kaila mengungkapkan pembatalan dilakukan setelah pengiriman awal dari Israel menunjukkan tanggal kedaluwarsa yang lebih cepat dari kesepakatan.

"Mereka (Israel) memberi tahu kami bahwa masa kedaluwarsa vaksin Juli atau Agustus, yang akan memberikan kami banyak waktu untuk menggunakannya," kata Al Kaila seperti dilansir dari Reuters.


Ternyata, vaksin yang akan dikirim bakal kedaluwarsa pada Juni ini. Hal itu membuat Palestina tidak memiliki cukup waktu menggunakannya.

"Jadi kami menolaknya," ujarnya.

Sebelumnya, Israel dan Palestina mengumumkan kesepakatan pertukaran vaksin yang akan membuat Israel mengirim hingga 1,4 juta dosis Pfizer-BioNTech ke Palestina. Sebagai gantinya, Israel akan menerima sejumlah dosis timbal balik dari Palestina akhir tahun ini.

Juru bicara Pemerintah Palestina menyatakan pembatalan kesepakatan dilakukan karena masalah tanggal kedaluwarsa. Palestina juga telah mengirimkan kembali 90 ribu dosis vaksin ke Israel.

Kantor Bennet belum memberikan tanggapan atas pengembalian itu saat dikonfirmasi oleh Reuters.

Saat ini, Palestina telah menerima dosis vaksin dari Israel, Rusia, Cina, Uni Emirat Arab dan inisiatif berbagi vaksin COVAX global.

Kelompok hak asasi mengkritik Israel, yang memimpin salah satu kampanye vaksinasi tercepat di dunia, karena tidak berbuat lebih banyak untuk memastikan akses Palestina ke dosis di Tepi Barat dan Gaza, wilayah yang direbutnya dalam perang 1967.

Para pejabat Israel berpendapat bahwa di bawah perjanjian damai Oslo, Kementerian Kesehatan Palestina bertanggung jawab untuk memvaksinasi orang-orang di Gaza dan Tepi Barat.

Kesepakatan vaksin adalah salah satu langkah kebijakan awal terhadap Palestina oleh Bennett, yang dilantik pada Minggu lalu dan menggantikan pemimpin veteran Benjamin Netanyahu.

Sekitar 55 persen orang Israel yang memenuhi syarat telah divaksinasi sepenuhnya. Sementara, menurut pejabat Palestina, baru 30 persen warga Palestina yang memenuhi syarat yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

(reuters/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK