Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran Ditutup Darurat

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 13:06 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN ) milik Iran, Bushehr ditutup sementara setelah mengalami masalah teknis. Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. (AFP PHOTO / FRANCOIS NASCIMBENI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN ) milik Iran, Bushehr ditutup sementara setelah mengalami masalah teknis.

Penutupan itu diumumkan Badan Energi Atom Iran lewat sebuah pernyataan.

"Menyusul kesalahan teknis di pembangkit listrik Bushehr, dan setelah pemberitahuan satu hari kepada kementerian energi, pembangkit itu ditutup sementara dan jaringan listrik dicabut," kata Badan Energi Atom Iran di situsnya pada Minggu (20/6) dini hari dikutip dari AFP.


Sementara itu seorang pejabat dari perusahaan listrik negara Tavanir, Gholamali Rakhshanimehr, mengatakan penutupan PLTN Bushehr telah dimulai sejak Sabtu (19/6) dan akan berlangsung selama tiga hingga empat hari ke depan

Dia mengatakan bahwa penutupan ini bisa berdampak pada pemadaman listrik.

Menurut Associated Press, ini adalah kali pertama Iran melaporkan penutupan darurat pembangkit nuklir satu-satunya milik mereka itu.

Pembangkit itu mulai beroperasi pada 2011 dengan bantuan dari Rusia. Iran diharuskan mengirim kembali batang bahan bakar bekas dari reaktor itu ke Rusia sebagai langkah pencegahan proliferasi nuklir.

Pada Maret lalu, pejabat nuklir Iran Mahmoud Jafari mengatakan PLTN itu dapat berhenti beroperasi karena Teheran tidak dapat memperoleh suku cadang dan peralatan dari Rusia karena sanksi perbankan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat pada 2018.

Pembangkit Bushehr menggunakan uranium yang diproduksi di Rusia, dan dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa, IAEA.

IAEA sendiri mengakui telah mengetahui laporan tentang penutupan ini, tetapi menolak berkomentar.

Pembangunan PLTN Bushehr, di pantai bagian utara Teluk Persia, dimulai di bawah shah Iran pada pertengahan 1970-an.

Setelah Revolusi Islam 1979, pembangkit itu berulang kali menjadi sasaran dalam perang Iran-Irak. Rusia kemudian menyelesaikan pembangunan fasilitas tersebut.

Pembangkit yang terletak di dekat garis patahan aktif dan dibangun untuk menahan gempa kuat itu telah beberapa kali menghadapi guncangan. Namun tidak ada laporan gempa bumi signifikan di daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK