Thailand Ungkap Alasan Abstain di Resolusi PBB untuk Myanmar

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 15:50 WIB
Thailand membeberkan alasan abstain dalam pemungutan suara resolusi Majelis Umum PBB tentang situasi di Myanmar yang digelar di New York. Ilustrasi rapat PBB. (AFP/Spencer Platt/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand membeberkan alasan abstain dalam pemungutan suara resolusi Majelis Umum PBB tentang situasi di Myanmar yang digelar di New York, Amerika Serikat, Jumat (18/6).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Tanee Sangrat mengatakan salah satu alasan dari sikap mereka karena memandang resolusi tersebut tak mempertimbangkan beberapa faktor penting.

"Sebagai negara yang berbatasan sepanjang 2.400 kilometer dan memiliki hubungan multidimensi dengan Myanmar, Thailand tak memiliki kemewahan jarak atau pemisahan eksistensial yang dimiliki banyak negara lain," ujar Tanee, mengutip Bangkok Post, Senin (21/6).


Thailand telah mengundurkan diri dari pemungutan suara yang berlangsung di New York. Tanee menilai resolusi itu gagal mempertimbangkan konteks sejarah dari konflik dan dapat mempengaruhi peluang mencapai penyelesaian dengan jalan damai.

Selain itu, kata dia, resolusi PBB turut memperbesar tantangan keamanan yang dihadapi Thailand jika konflik di negara tetangganya itu berkepanjangan.

"Apa yang terjadi di Myanmar hari ini memiliki konsekuensi keamanan langsung untuk Thailand besok," ujarnya.

Resolusi itu, kata Tanee, tidak mencerminkan kompleksitas sejarah dan situasi lapangan di Myanmar sebelum dan sesudah 1 Februari.

Menurut Thailand, saat ini ada beberapa pihak dalam konflik, dan tugas yang harus dikerjakan bukan menyalahkan tapi memulihkan kepercayaan.

"Sangat penting komunitas internasional membantu menciptakan suasana kepercayaan, bukan memperdalam permusuhan yang hanya akan mengarah pada lebih banyak ketidakamanan, dan kekerasan," ucap jubir itu.

Tanee menegaskan bahwa asosiasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), berada di posisi yang tepat untuk mengambil langkah-langkah mewujudkan perdamaian yang cepat dan langgeng.

Selain itu, sambungnya, resolusi PBB baginya tidak sepenuhnya mencerminkan konsensus yang disepakati saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar di Jakarta, 24 April lalu.

"Thailand percaya bahwa sementara kita tidak dapat mengubah masa lalu, masyarakat internasional memiliki peran penting dalam menciptakan "ruang aman" untuk mendorong semua pihak yang berkonflik datang ke meja dialog," katanya.

General view of the ASEAN leaders' meeting at the the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) secretariat building in Jakarta, Indonesia, April 24, 2021. Courtesy of Laily Rachev/Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. NO RESALES. NO ARCHIVES.Para pemimpin negara ASEAN membahas situasi di Myanmar dalam KTT ASEAN di Jakarta, 24 April 2021. (REUTERS/Indonesian Presidential Palace)

Prioritas utama Thailand, lanjut Tanee, yakni mata pencaharian orang-orang Myanmar, baik secara material maupun spiritual.

Thailand tidak percaya resolusi itu mewakili jalan menuju penyelesaian damai yang berkelanjutan dan layak diterima rakyat Myanmar.

Sebelumnya, Majelis Umum PBB menyerukan kepada negara anggota untuk mencegah aliran atau embargo senjata ke Myanmar.

Resolusi itu juga menyerukan pemulihan demokrasi di Myanmar, dan pembebasan para pemimpin sipil termasuk Aung San Suu Kyi.

Selain itu, resolusi juga menuntut agar junta militer segera menghentikan semua kekerasan terhadap demonstran.

Resolusi PBB telah disetujui 119 negara, dengan 36 abstain termasuk China--yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama junta Myanmar. Hanya satu negara yang menentang yakni Belarusia.

Resolusi itu tidak disahkan melalui konsensus, seperti yang diharapkan. Namun, ditempuh melalui pemungutan suara, sehingga memaksa 193 negara PBB untuk mengungkapkan pandangannya.

Tak hanya Thailand, dari sepuluh negara anggota ASEAN, ada sejumlah yang abstain: Brunei, Kamboja, dan Laos.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK