Dua Gereja Katolik di Kanada Terbakar, Diduga Disengaja

CNN Indonesia
Kamis, 01 Jul 2021 18:56 WIB
Dua gereja Katolik di Kanada hangus terbakar pada Rabu (30/6). Gereja-gereja tersebut diduga sengaja dibakar. Ilustrasi kebakaran. (Pixabay/tpsdave)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua gereja Katolik di Kanada hangus terbakar pada Rabu (30/6). Gereja-gereja tersebut diduga sengaja dibakar.

Kebakaran gereja itu terjadi di tengah meningkatnya seruan permintaan maaf Paus Fransiskus atas pelanggaran di sekolah-sekolah untuk anak warga pribumi.

Polisi federal mengatakan kebakaran terjadi di gereja Morinville di utara Edmonton, Alberta, dan Gereja St.Kateri Tekakwitha di Sipekne'katik First Nation dekat Halifax di Nova Scotia. Kini polisi tegah menyelidiki kemungkinan gereja itu sengaja dibakar.


"Kami sedang menyelidiki sebagai hal yang mencurigakan," kata anggota kepolisian Kanada (RCMP) Kopral Sheldon Robb kepada AFP.

Kopral Chris Marshall dari Nova Scotia RCMP mengatakan hal yang sama tentang kebakaran yang merusak parah Gereja St. Kateri Tekakwitha.

Total sudah tujuh gereja di Kanada yang hangus terbakar dalam beberapa hari terakhir ini. Beberapa lainnya dirusak, termasuk dengan cat merah.

Hingga kini belum dapat dipastikan apakah ada hubungan antara kebakaran gereja dengan penemuan 215 jasad anak-anak dan balita di gedung bekas sekolah pribumi di British Columbia pada Mei lalu.

Ratusan kuburan tak bernisan juga ditemukan di lokasi bekas sekolah asrama anak suku asli Kanada, Marieval Indian Residential School pada pekan kemarin.

Namun spekulasi beredar di tengah kemarahan dan kesedihan yang dipicu oleh penemuan tersebut.

"Kami benar-benar menyadari dampak mendalam dari penemuan kuburan tak bernisan itu terhadap warga pribumi, dan para penyelidik akan mencatatnya," kata Marshall.

Gereja-gereja yang rusak itu dibangun seabad lalu, bertepatan dengan pembukaan sekolah asrama yang didirikan oleh pemerintah dan dijalankan oleh gereja Katolik untuk mengasimilasi masyarakat adat ke dalam arus utama.

Sistem sekolah asrama atau boarding Kanada memang telah lama dikritik. Model sekolah tersebut pun kini sudah dihentikan.

Sistem sekolah tersebut dinilai secara paksa memisahkan anak-anak suku asli Kanada dari keluarga mereka. Sebuah penyelidikan selama enam tahun menganggap sistem sekolah tersebut merupakan "genosida budaya."

Lebih dari 4.000 meninggal diduga karena penyakit dan penelantaran di sekolah.

Sebuah laporan tersebut mendokumentasikan insiden pelecehan fisik yang mengerikan, pemerkosaan, kekurangan gizi, hingga kekejaman lainnya terhadap sekitar 150 siswa di tempat tersebut.

(dea/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER