Malaysia Tangkap 49 Orang Gelar Salat Iduladha saat Lockdown

has, CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 16:20 WIB
Malaysia menahan 49 orang terkait karena menggelar salat Iduladha berjamaah tanpa prokes di luar ruangan, yang tak diperbolehkan dalam aturan lockdown. Ilustrasi. (Antara Foto/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Malaysia menahan 49 orang terkait dugaan pelanggaran aturan karena menggelar salat Iduladha berjamaah di luar ruangan tanpa jaga jarak, yang tak diperbolehkan dalam aturan lockdown di Negeri Jiran.

Kepala kepolisian Penang, Mohd Shuhaily Mohd Zain, mengatakan bahwa 49 orang itu terdiri dari 48 warga Bangladesh dan satu orang lokal. Mereka ditangkap di tempat berbeda di sekitar Juru pada Selasa (20/7), tak lama setelah salat Iduladha berakhir.

"Mereka ditahan untuk membantu penyelidikan atas dugaan pelanggaran standar operasional," ujar Shuhaily, sebagaimana dilansir kantor berita Bernama.


Ia kemudian menjelaskan bahwa penyelidikan itu digelar atas dasar hukum Pasal 269 dan 270 Kitab Undang-undang Pidana.

Penyelidikan ini digelar setelah satu video viral di media sosial menunjukkan sekitar 200 orang menggelar salat Iduladha di tempat parkir Taman Pelangi, Penang, sekitar pukul 08.30-09.00.

Para WNA itu dilaporkan menggelar doa di tempat parkir karena pihak manajemen surau tak mengizinkan mereka masuk. Menurut pengurus surau, gedung itu sudah mencapai kapasitas maksimum 100 orang.

Berdasarkan aturan lockdown di Malaysia, masjid boleh menggelar salat, tapi dengan kapasitas yang terbatas.

Kementerian Dalam Negeri pun meminta kepolisian untuk memberikan informasi detail mengenai insiden ini secepat mungkin.

Kepolisian pun menggiring puluhan orang tersebut ke Pengadilan Magistrat pada 10.10 pagi ini, Rabu (21/7). Berdasarkan laporan media lokal, 49 orang itu sudah menggunakan pakaian tahanan.

Tak hanya Bangladesh, sejumlah warga negara Indonesia juga sempat ditahan karena melanggar aturan protokol kesehatan saat lockdown.

[Gambas:Video CNN]

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan bahwa para WNI tersebut kumpul-kumpul setelah salat Iduladha.

Faizasyah mengatakan bahwa pelanggaran tersebut berlokasi di dua tempat berbeda, yaitu Gombak di Selangor, dan Penang. Meski demikian, Faizasyah tak menjabarkan lebih lanjut jumlah WNI yang sempat diperiksa aparat akibat pelanggaran itu.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK