Tokyo Rekor Kasus Covid saat Olimpiade, RS Kewalahan

CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 11:15 WIB
Tokyo mencatat rekor harian Covid-19, Selasa (27/7), saat kota itu jadi tuan rumah Olimpiade. Di tengah peningkatan ini, rumah sakit mulai mengeluh kewalahan. Ilustrasi. (AP/Eugene Hoshiko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tokyo mencatat rekor harian Covid-19 pada Selasa (27/7), saat ibu kota Jepang itu menjadi tuan rumah Olimpiade. Di tengah peningkatan ini, rumah sakit mulai mengeluh kewalahan.

Media lokal Jepang, NHK, melaporkan bahwa jumlah kasus Covid-19 di Tokyo mencapai 2.848 kasus dalam 24 jam terakhir, mengalahkan rekor sebelumnya di angka 2.520 pada 7 Januari lalu.

Merespons lonjakan kasus di Tokyo, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pemerintah akan bertindak dan lebih berhati-hati.


"Varian Delta yang menular menjadi dominan. Kami akan bekerja dengan pemerintah daerah untuk mencegah infeksi dengan kewaspadaan tinggi," kata Suga dikutip dari NHK, Rabu (28/7).

Tokyo mencatat rekor ini di tengah ajang olahraga bergengsi dunia, Olimpiade. Penyelenggaraan ini memicu kekhawatiran, mengingat Jepang masih terus mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Banyak warga cemas mengenai penularan Covid-19 karena varian Delta. Namun, penyelenggara Olimpiade dan pemerintah Jepang tetap menggelar ajang olahraga dunia empat tahunan itu.

Suga mengimbau agar publik menghindari acara yang tak perlu, dan mengatakan bahwa Olimpiade akan tetap berlangsung.

"Kami meminta warga tinggal di dalam rumah dan menghindari semua perjalanan yang tidak perlu. Kami juga meminta semua orang menonton Olimpiade Tokyo dari rumah mereka sendiri," kata Suga seperti dikutip Japan Times.

Pemerintah sendiri sudah menetapkan status darurat Covid-19 di Tokyo. Meski demikian, masih banyak warga pergi ke tempat-tempat umum seolah kota tidak sedang genting.

"Pejabat publik di Tokyo dan di seluruh negeri perlu berbicara lebih jelas. Sayangnya pesannya tak sampai karena Olimpiade," kata pakar kesehatan di Universitas Kesehatan dan Kesejahteraan Internasional Jepang, dikutip dari Japan Times.

Lonjakan virus corona di Tokyo ini pun mendorong sistem medis ke jurang kehancuran. Salah satu dokter di Rumah Sakit Tokyo Hikifune, Kunihisa Miura, mengaku tempat tidur di rumah sakit kini penuh.

Mereka mengatakan Olimpiade Tokyo semakin menambah beban, sementara rumah sakit nyaris kolaps.

"Ini tidak ada habisnya. Kami melakukan semua yang kami bisa, tapi ini mencapai kapasitas penuh," ujar Kunihisa.

[Gambas:Video CNN]

Mengantisipasi penyebaran virus yang kian masif, pemerintah terus memberlakukan aturan pembatasan hingga 22 Agustus mendatang.

Olimpiade sendiri sudah digelar dengan protokol kesehatan yang ketat, tapi masih ada 155 kasus Covid-19 di antara para atlet dan ofisial Olimpiade.

Seorang profesor di Universitas Kyoto, Yuki Furuse, bahkan memperkirakan kasus harian di Tokyo bisa melonjak menjadi 2.000 pada Agustus mendatang, yang berpotensi membuat rumah sakit penuh.

Di tengah lonjakan kasus ini, tingkat vaksinasi di Jepang juga masih rendah. Berdasarkan data akumulasi Reuters, baru sekitar 36 persen populasi Jepang yang mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK