Cerita Penyintas Covid-19 di India Kena Infeksi Jamur Hitam

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 21:39 WIB
Menurut Kementerian Kesehatan India, hingga saat ini ada lebih dari 4.300 orang meninggal karena kasus infeksi jamur hitam. Menurut Kementerian Kesehatan India, hingga saat ini ada lebih dari 4.300 orang meninggal karena kasus infeksi jamur hitam. Ilustrasi. (AFP/Uma Shankar Mishra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Srinivas S, penyintas covid-19, terbaring pada ruang operasi di Rumah Sakit St John di Bengaluru, India, ketika ahli bedah mulai mengangkat potongan jaringan yang menghitam dan tulang busuk dari wajahnya akibat infeksi.

Pengemudi berusia 41 tahun itu merupakan satu dari lebih 45 ribu orang India yang terinfeksi jamur hitam atau mucormycosis. Infeksi ini mulai aktif sejak gelombang kedua covid-19 di negara itu merebak pada akhir Maret.

Seperti Srinivas, sebagian besar penderita atau sekitar 85 persen adalah pasien atau penyintas covid-19.


Menurut Kementerian Kesehatan India, hingga saat ini lebih dari 4.300 orang di India meninggal karena infeksi jamur hitam.

Adik Srinivas, Shyamala V, duduk di samping tempat tidurnya. Ia tidak tega sembari berpikir seperti apa kehidupan istri saudara laki-lakinya dan dua putranya yang masih kecil, jika ia meninggal akibat penyakit tersebut itu.

"Saya sangat takut, dia punya dua anak kecil. Siapa yang akan merawat mereka?" kata Shyamala.

Semula, Srinivas mengira sudah sembuh dari covid-19. Namun, tidak lama mata kirinya mulai bengkak sehingga dia hampir tidak bisa membukanya. Rasa sakit itu dikatakan sangat menyiksa.

Srinivas juga belum pernah mendengar tentang jamur hitam, tetapi menjadi khawatir ketika mata dan hidungnya mulai berdarah pada bulan Mei.

"Banyak darah yang keluar, jadi saya pikir, apa yang terjadi?" katanya kepada CNN dari ranjang rumah sakitnya sebelum operasi ketiga untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi, dikutip Minggu (25/7).

Dia lantas bergerak pergi ke empat rumah sakit sebelum dokter mendiagnosisnya dengan jamur hitam dan merujuknya ke rumah sakit kelima di mana dia akhirnya menerima perawatan.

Krisis Kedua

Jamur hitam merupakan buntut krisis covid-19 kedua di India. Sebelum tahun ini, infeksi jamur hitam jarang terjadi di India, meskipun sekitar 80 kali lebih umum di sana daripada di negara maju.

Itu disebabkan oleh mucormycetes, sejenis jamur, yang terpapar setiap hari oleh orang-orang. Tapi ketika sistem kekebalan mereka dihancurkan oleh covid-19, mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Jika tidak diobati dengan cepat, jamur hitam ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada wajah, kehilangan penglihatan dan kematian. Disebutkan jamur hitam memiliki tingkat kematian lebih dari 50 persen.

Kasus ini telah melonjak di India, dan sejumlah kecil telah terdeteksi di tempat lain, seperti di Nepal, Afghanistan, Mesir, dan Oman.

Berdasarkan data, jumlah kasus jamur hitam di India kini jauh lebih tinggi yang kemungkinan karena penyebaran virus delta atau varian B.1.617.2 yang cepat.

Menteri Kesehatan India Mansukh Mandaviya menuturkan sebelum pandemi, negaranya mencatat sekitar 3.000 hingga 4.000 kasus mucormycosis setiap tahun.

Kemudian, angka tersebut berubah pesat pada Mei ketika jumlah kasus covid-19 bertambah.Pada akhir Juni, lebih dari 40.845 kasus telah dilaporkan secara nasional.

Dua minggu kemudian, jumlah itu naik sekitar 9 persen menjadi 45.374 orang yang terjangkit.

(ryh/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK