Banjir di Myanmar, Ratusan Mengungsi di Tengah Lonjakan Covid

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 01:30 WIB
Ratusan orang mengungsi akibat banjir di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Myanmar, negara yang juga tengah didera krisis politik akibat kudeta itu. Ratusan orang mengungsi akibat banjir di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Myanmar, negara yang juga tengah didera krisis politik akibat kudeta itu. (Karen Information Center via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan orang mengungsi akibat banjir di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Myanmar, negara yang juga tengah didera krisis politik akibat kudeta itu.

Kepala lembaga amal di Kota Mawlamyine, Bo Bo Win, mengatakan bahwa setidaknya 500 orang terkena dampak banjir yang terus mengguyur beberapa wilayah Myanmar sejak akhir pekan lalu.

Menurut Kepala Delegasi Myanmar dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Joy Singhal, banjir ini turut memperburuk situasi di Myanmar.


"Banjir yang melanda sebagian besar wilayah timur Myanmar ini adalah yang terburuk selama beberapa tahun terakhir, dan menyebabkan kesengsaraan lebih panjang bagi orang yang terinfeksi Covid-19 karena lonjakan kasus di seluruh negeri," kata Joy, Selasa (27/7).

Banjir juga merendam rumah-rumah penduduk di saat kasus Covid menyebar luas di ibu kota dan beberapa wilayah Myanmar.

"Ratusan rumah terendam air dan hanya atapnya yang terlihat. Ada begitu banyak orang yang kehilangan indra penciuman dan banyak yang sakit. Tidak jelas apakah itu Covid atau flu musiman," ujar seorang relawan di Hlaingbwe, Kayin, melalui telepon kepada Reuters.

Akibat banjir itu, relawan dan pekerja medis harus mengevakuasi pasien Covid-19 ke tempat yang lebih layak. Mereka terpantau mengenakan alat pelindung diri dan membawa pasien yang masih terbaring di tempat tidur, lengkap dengan tabung oksigen.

Sekitar 500 wilayah pemukiman di sepanjang perbatasan Thailand juga terkena dampak banjir, sehingga banyak orang ikut mengungsi.

Banjir ini memperparah situasi Myanmar yang kini didera berbagai krisis, mulai dari kudeta hingga pandemi Covid-19. Belakangan ini, negara itu mengalami lonjakan kasus Covid akibat varian Delta.

Sementara itu, militer dilaporkan menangkap ratusan staf medis dan sejumlah dokter yang merawat pasien Covid-19 secara mandiri serta terlibat dalam gerakan pembangkangan sipil.

Rumah sakit di negara itu pun kewalahan. Mereka kekurangan oksigen yang berguna untuk menyambung hidup para pasien Covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Namun ketika warga sipil berusaha mendapat oksigen, militer justru menyita ratusan tabung yang dibeli lembaga amal dari Thailand.

Kurva kasus Covid di Myanmar pun belum menunjukkan tanda-tanda reda. Pada Selasa (27/7) saja, kasus harian mencapai 4.964 dengan angka kematian 338 jiwa.

Menurut data Worldometer, secara kumulatif total kasus di Myanmar mencapai 279 ribu dengan angka kematian 7.845 jiwa.

Sementara itu, menurut catatan Lembaga Bantuan untuk Tahanan Politik per Selasa (27/7), jumlah korban tewas sejak kudeta mencapai 934 orang, sementara yang ditahan 5.384 orang.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK