Tentara Pemberontak Myanmar Sebut Dipasok Vaksin oleh China

eks, CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 04:32 WIB
Tentara pemberontak Myanmar mengaku mendapat pasokan 10 ribu vaksin Covid-19 dari China. Ilustrasi. Tentara pemberontak Myanmar mengaku mendapat pasokan 10 ribu vaksin Covid-19 dari China. (iStockphoto/Vladans)
Jakarta, CNN Indonesia --

China telah memasok lebih dari 10.000 vaksin Covid-19 Sinopharm ke kelompok pemberontak Myanmar yang beroperasi di dekat perbatasan selatan.

Hal ini disampaikan juru bicara pasukan pemberontak, Sabtu (24/7), ketika Beijing berusaha untuk mencegah masuknya kasus dari negara yang sedang dilanda kudeta itu.

Tentara Kemerdekaan Kachin, yang telah melancarkan pemberontakan selama puluhan tahun di ujung utara Myanmar, telah menerima 10.000 vaksin dari pihak berwenang Yunnan, kata Kolonel Naw Bu, juru bicara KIA kepada AFP.


"KIA meminta bantuan dari China, dan China memberi kami bantuan untuk vaksin," katanya, tanpa merinci suntikan mana yang diberikan kelompok itu atau kapan batch pertama tiba.

Mereka membeli sebagian vaksin itu sementara sebagian lain disumbangkan, tambahnya, tanpa memberikan rincian.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer mengambil alih kekuasaan pada Februari. Ketika gelombang virus corona gelombang dua muncul, banyak rumah sakit kosong dari staf medis yang memilih pro-demokrasi.

Lonjakan kasus di Myanmar membuat pihak berwenang China khawatir dengan kawasan perbatasan kedua negara.

Awal bulan ini, Beijing melaporkan 57 infeksi baru secara nasional. Angka ini merupakan angka kasus harian tertinggi sejak akhir Januari. Sebanyak 15 kasus berasal dari kota Ruili, yang berbatasan dengan Myanmar.

Dua belas dari 15 kasus itu berasal dari warga negara Myanmar, menurut otoritas kesehatan di provinsi Yunnan.

Sumbangan 736.000 dosis vaksin Sinopharm China, juga tiba di Yangon Kamis lalu. Pejabat Myanmar mengatakan vaksin sumbangan itu akan diprioritaskan untuk penduduk di sepanjang perbatasan dengan China.

Beijing kini tengah menikmati pengaruh luar biasa besar atas Myanmar, dan menolak menyebut aksi militer itu sebagai kudeta.

Pengamat mengatakan mereka juga mempertahankan aliansi dengan milisi etnis di perbatasan panjang China, yang telah memerangi tentara pemerintah selama beberapa dekade.

KIA telah bertempur secara sporadis dengan pasukan pemerintah sejak kudeta.

Pada bulan Mei, pemerintah militer melancarkan serangan udara terhadap kelompok itu. Kepada AFP, mereka menyebut telah menjatuhkan sebuah helikopter tempur selama bentrokan sengit di ujung utara negara itu.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK