Lonjakan Covid Buat Junta Myanmar Kelimpungan Minta Bantuan

ayp, CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 03:45 WIB
Junta Myanmar kelimpungan mencari bantuan dari ASEAN dan negara lain akibat lonjakan Covid-19. Penanganan pasien Covid-19 di Myanmar. (AFP/YE AUNG THU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Junta Myanmar saat ini sedang kelimpungan mencari bantuan dari Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan negara lain akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19) yang memburuk.

Mereka juga berupaya meminta bantuan dari China yang merupakan salah satu negara sekutu mereka.

Dilansir AFP, Kamis (29/7), Pemimpin Junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dalam sebuah rapat dengan para bawahannya supaya negara itu segera meminta bantuan dari ASEAN yang mempunyai anggaran untuk penanggulangan Covid-19.


Menurut laporan surat kabar junta, Global New Light of Myanmar, mereka saat ini tengah berupaya mendapatkan bantuan penanggulangan Covid-19 dari ASEAN dan negara-negara sahabat.

Singapura sebagai salah satu negara anggota ASEAN menyatakan akan mengirimkan bantuan kepada Myanmar. Selain itu, China juga mengirim bantuan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Sinopharm.

Akan tetapi, vaksin itu bakal diutamakan bagi para penduduk di kawasan perbatasan Myanmar-China yang tengah dilanda lonjakan kasus infeksi corona.

Selain kepada junta, China juga mengirim sekitar 10 ribu dosis vaksin Covid-19 kepada para kelompok pemberontak yang berada di perbatasan dengan Myanmar. Diperkirakan hal itu dilakukan China untuk mencegah arus pengungsi dari Myanmar yang tengah dilanda gejolak politik akibat kudeta pada 1 Februari lalu.

Junta Myanmar memesan empat juga dosis vaksin Covid-19 dari China pada awal Juli lalu. China menyatakan akan menyumbangkan dua juta dosis vaksin Covid-19 ke Myanmar.

Myanmar juga mempunyai persediaan 1.5 juta dosis vaksin dari India pada awal tahun ini.

Sampai saat ini junta Myanmar hanya melaporkan penambahan kasus Covid-19 di bawah 5.000 orang pada Rabu kemarin. Namun, jumlah kasus sebenarnya diperkirakan lebih besar.

Menurut data junta Myanmar, sampai saat ini ada 1.75 orang dari 54 juta penduduk yang disuntik vaksin Covid-19.

Kondisi sistem kesehatan dan penanganan Covid-19 di Myanmar terganggu akibat lonjakan kasus Covid-19. Sejumlah dokter, perawat dan tenaga kesehatan di rumah sakit pemerintah setempat memilih mundur dan kini sembunyi sebagai bentuk protes atas kudeta.

Myanmar juga mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan oksigen medis bagi pasien Covid-19. Sedangkan dokter dan perawat yang menolak bekerja diancam bakal dipenjara.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK