China Lockdown 2,7 Juta Warga Demi Lawan Covid Varian Delta

has, CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 19:28 WIB
China menerapkan lockdown di sejumlah daerah dengan total populasi 2,7 juta orang demi meredam Covid-19 yang melonjak akibat penyebaran varian Delta. Ilustrasi. (Reuters/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menerapkan lockdown di sejumlah daerah dengan total populasi sekitar 2,7 juta orang demi meredam kasus Covid-19 yang melonjak akibat penyebaran corona varian Delta belakangan ini.

Di Zhuzhou, Provinsi Hunan, mengunci wilayahnya dan melarang 1,2 populasi di daerah itu keluar rumah mulai Senin (2/8) hingga tiga hari mendatang.

"Situasi masih suram dan rumit," demikian pernyataan pemerintah Zhuzhou saat mengumumkan lockdown tersebut, sebagaimana dikutip AFP.


Daerah dekat Zhuzhou, Zhangjiajie, juga menerapkan lockdown ketat terhadap 1,5 juta warganya setelah mengalami lonjakan Covid-19 sejak bulan lalu.

Lonjakan kasus Covid-19 di China belakangan ini bermula dari klaster bandara di Nanjing. Mulanya, sembilan petugas kebersihan di bandara itu teridentifikasi positif Covid-19.

Para petugas bandara itu disebut tertular Covid-19 setelah membersihkan pesawat yang baru tiba dari Rusia dan membawa penumpang positif virus corona.

Sejak saat itu, kasus Covid-19 terus bertambah di China. Pada akhir pekan lalu, China melaporkan lebih dari 70 kasus baru, sementara Hari Senin, pemerintah juga mencatat 55 infeksi corona.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan data pemerintah setempat, Covid-19 varian Delta sudah menyebar di lebih dari 20 kota dan belasan provinsi lain.

Lonjakan ini terjadi di tempat-tempat yang dikenal sebagai kawasan wisata. Pemerintah setempat pun meminta semua pihak menghentikan perjalanan ke daerah-daerah tersebut.

China sejauh ini telah melaporkan total 93.005 infeksi Covid-19 sejak awal pandemi menyebar dari Kota Wuhan. Hingga kini, China telah memberikan lebih dari 1,6 miliar dosis vaksin Covid-19 per 30 Juli.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK