Rekor 4.058 Kasus Covid di Tokyo Bayangi Gelaran Olimpiade

CNN Indonesia | Sabtu, 31/07/2021 21:45 WIB
Rekor kasus baru Covid yang tercipta pada Sabtu (31/7) di Tokyo adalah kali pertama tembus harian di atas 4.000 kasus di wilayah ibu kota Jepang itu. Ilustrasi. Rekor kasus baru Covid yang tercipta pada Sabtu (31/7) di Tokyo adalah kali pertama tembus harian di atas 4.000 kasus di wilayah ibu kota Jepang itu. (REUTERS/EDGAR SU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah gelaran Olimpiade Tokyo 2020, lonjakan demi lonjakan kasus baru Covid-19 membayangi di wilayah ibu kota Jepang tersebut, Sabtu (31/7).

Per hari ini, kasus baru Covid-19 di wilayah Tokyo mencapai 4.058. Itu adalah rekor harian, di mana baru kali pertama terjadi penambahan empat ribu lebih kasus baru dalam satu hari.

Jumlah itu naik 1.128 kasus dari yang dilaporkan minggu sebelumnya, yaitu 3.300 infeksi baru.


Sebagai informasi, pencapaian rekor baru lonjakan Covid itu justru terjadi sehari setelah Jepang memutuskan memperpanjang status darurat di Tokyo hingga akhir Agustus mendatang.

Seperti dilansir Reuters, status darurat itu juga diperluas di tiga prefektur yang berbatasan dengan Tokyo, juga di Prefektur Osaka yang berada di Jepang barat.

Penambahan hari ini juga melampaui rekor tertinggi sebelumnya yakni 3.865 kasus yang terjadi dua hari lalu.

Secara total, Jepang mencatatkan 10 ribu kasus baru pada Jumat (30/7), akibat varian Delta yang diketahui memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Ini adalah kali pertama Jepang mencatatkan pertambahan mencapai 10 ribu kasus.

Sementara itu rata-rata kasus harian Covid-19 di Tokyo dalam sepekan mencapai 2.920 kasus, naik dari minggu sebelumnya yakni 1.345 kasus.

Sedangkan jumlah kasus Covid-19 dengan gejala berat di Tokyo bertambah tujuh orang sehingga kini menjadi 95 kasus. Otoritas setempat juga melaporkan tiga kematian akibat infeksi virus Corona.

Pencabutan Akreditasi

Sementara itu, di tengah kekhawatiran yang meningkat atas penularan Covid-19, panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo menyatakan telah mencabut akreditasi seseorang terkait kegiatan kejuaraan multiolahraga global tersebut karena meninggalkan kampung atlet untuk berjalan-jalan.

Tak ada penjelasan sejauh ini apakah yang dicabut akreditasinya itu adalah seorang atlet atau bukan, serta kapan pelanggaran terjadi.

"Kami cabut akreditasnya karena kami tegaskan bahwa keluar dari kampung atlet untuk berjalan-jalan adalah hal yang tidak boleh terjadi," demikian kata juru bicara Olimpiade Tokyo 2020, Masa Takaya.

Sebagai informasi, itu adalah pencabutan akreditasi yang pertama selama pelaksanaan Olimpiade Tokyo sejak 23 Juli lalu. Tanpa akreditasi, seseorang tidak bisa masuk ke fasilitas olimpiade mana pun di ibu kota Jepang tersebut.

Jumat lalu,  jumlah positif dari kampung atlet Olimpiade pun mencatatkan rekor tertinggi yaitu 27 kasus.

(Reuters/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK