Warga Pakistan Berebut Vaksin Covid, Antrean hingga 1 KM

has, CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 20:42 WIB
Puluhan ribu warga Pakistan berebut vaksin Covid usai pemerintah mengancam memblokir ponsel orang yang belum imunisasi. Di beberapa titik, antrean sampai 1 km. Puluhan ribu warga Pakistan berebut vaksin Covid usai pemerintah mengancam memblokir ponsel orang yang belum imunisasi. (Reuters/Akhtar Soomro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan ribu warga Pakistan memadati pusat-pusat vaksinasi Covid-19 setelah pemerintah mengancam bakal memblokir ponsel orang yang belum imunisasi corona. Di sejumlah titik, antrean bahkan dilaporkan mencapai 1 kilometer.

Reuters melaporkan bahwa antrean panjang terlihat di sejumlah titik vaksinasi di Pakistan selama sepekan belakangan.

Sejumlah pengamat menganggap pemandangan ini mengejutkan karena Pakistan dikenal sebagai salah satu negara dengan mayoritas warga anti-vaksin.


Dengan kenyataan ini, strategi ancaman pemerintah untuk memberikan sederet hukuman dianggap ampuh menggiring warga agar mau divaksin.

Selain mengancam memblokir ponsel, pemerintah juga tak segan menutup akses warga yang belum divaksin menuju kantor, restoran, mal, hingga transportasi publik.

"Saya sendiri sebenarnya tidak takut corona. Namun, gaji kami kemungkinan bakal disetop, kartu SIM kami diblokir. Ada ancaman-ancaman semacam ini, jadi saya mau divaksin," ujar seorang warga bernama Abdul Rauf.

Selain itu, pemerintah juga mewajibkan sertifikat vaksin Covid-19 bagi warga yang ingin bepergian di dalam atau luar negeri. Karena itu, semakin banyak orang ingin ikut vaksinasi.

"Saya datang ke sini untuk mendapatkan sertifikat setelah vaksinasi, karena saya harus bepergian ke luar negeri, dan saya tak akan bisa bepergian jika saya tak punya kartu ini," ucap seorang pengacara di Karachi, Mohammad Atiq Qureshi.

[Gambas:Video CNN]

Berkat dorongan dan ancaman pemerintah ini, tingkat vaksinasi di Pakistan melesat hingga mencapai satu juta per hari pada pekan lalu.

Meski demikian, angka vaksinasi ini masih jauh dari target pemerintah. Berdasarkan data Pusat Operasi dan Komando Nasional Pakistan (NCOC), hingga saat ini baru sekitar 6,7 juta orang dari 220 juta total populasi negara itu yang sudah divaksinasi penuh.

Kondisi ini dianggap kritis karena Pakistan masih terus melaporkan lonjakan kasus Covid-19. Pada Kamis (5/8) saja, Pakistan mencatat rekor harian Covid-19 dengan 5.611 kasus dalam sehari.

Namun, Menteri Kesehatan Pakistan, Faisal Sultan, mengaku optimistis kewajiban sertifikat vaksin ini dapat "membantu mendorong vaksinasi."

(has/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK