Sampul Charlie Hebdo Singgung Taliban, Burkak dan Nomor Messi

CNN Indonesia | Kamis, 19/08/2021 13:57 WIB
Sampul majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, edisi baru bergambar karikatur perempuan dengan burkak dengan nomor punggung 30 dan nama Messi. Ilustrasi sampul majalah Charlie Hebdo. Sampul majalah itu pada Selasa (17/8) lalu bergambar menggambar karikatur tiga perempuan mengenakan burkak dengan nomor punggung 30 dan nama Messi. (AFP/JOHN MACDOUGALL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Majalah satire asal Prancis, Charlie Hebdo, kembali memicu kontroversi.

Pada sampul majalah yang terbit pada Selasa (17/8) lalu, Charlie Hebdo menggambar karikatur tiga perempuan yang mengenakan burkak berwarna biru terang dengan nomor punggung 30 dan nama Messi.

Di gambar tersebut, Charlie Hebdo juga turut menulis Taliban dengan huruf kapital berwarna merah dan judul "Taliban. Ini lebih buruk dari perkiraan awal".


Sampul majalah yang kabarnya merupakan karya kartunis Biche itu terbit ketika Taliban tengah menjadi sorotan. Kelompok itu berhasil menduduki Ibu Kota Kabul dan Istana Kepresidenan Afghanistan pada akhir pekan lalu.

Ketiga perempuan yang ada pada cover majalah itu disebut menggambarkan kaum wanita Afghanistan yang paling terdampak kebangkitan rezim Taliban di negara di kawasan Asia Selatan itu.

Ketika Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996, gerak-gerik kaum perempuan sangat dibatasi seperti dilarang bekerja dan bersekolah, bepergian harus dengan pendamping pria sampai diwajibkan memakai burkak.

Sementara itu, Marca melaporkan Charlie Hebdo menggambar karikatur itu untuk menyingkap hubungan antara negara-negara seperti Qatar dengan klub sepak bola Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), yang merupakan rumah baru Messi untuk setidaknya beberapa tahun ke depan.

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, disebut dekat dengan keluarga Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, yang rutin menjadi penyandang dana utama klub Prancis tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Charlie Hebdo membuat karikatur kontroversi. Majalah satir tersebut pernah beberapa kali menggambar dan merilis karikatur Nabi Muhammad S.A.W., yang memicu amarah umat Muslim dunia dan menyebabkan mereka menjadi sasaran penyerangan.

(rds/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK