Jakarta, CNN Indonesia -- Eks Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin kini bertanggung jawab sebagai menteri kesehatan. Ia dilantik oleh Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri, pada Senin (29/8).
Sebelum di posisi sekarang, ia sudah malang melintang di pemerintahan Negeri Jiran.
Khairy akan menangani semua program terkait vaksinasi dan strategi kesehatan terkait Covid-19 ditangani. Sebelumnya penanganan itu dilakukan oleh dua kementerian yakni Kemenkes dan MOSTI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penunjukkan Khairy sebagai Menkes disebut menjadi angin segar bagi Malaysia di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi.
Dalam pidato perdananya sebagai Menkes, ia mengatakan prioritas utamanya adalah mengendalikan epidemi Covid-19 yang melonjak dalam 100 hari ke depan, dengan mengurangi penularan dan angka kematian.
"Kita juga harus menerima kenyataan bahwa meski pandemi ini bisa dikendalikan, kita semua harus menerima bahwa Covid adalah endemik. Kita harus hidup dengan ini," kata Khairy kepada stafnya di Kemenkes, seperti dikutip Code Blue, Selasa (31/8).
Khairy juga berkata, "Sebagian besar negara telah memutuskan untuk hidup dengan Covid. Mereka tidak dapat menutup dan menahan pandemi lagi."
Di era PM Muhyiddin, selain menjabat sebagai menteri MOSTI, Khairy juga menduduki menteri program imunisasi nasional atau singkatnya menteri vaksin yang bertanggungjawab atas upaya vaksinasi di negara itu.
Pemerintah Malaysia bahkan berbangga diri atas upaya vaksinasi yang dilakukannya. Sejauh ini total penduduk yang sudah diinokulasi secara penuh mencapai 14,8 juta jiwa.
Jabatan menteri MOSTI bukanlah yang pertama kali. Ia pernah menjadi menteri pemuda dan olahraga pada tahun 2013-2018.
Di tengah masa jabatan itu, ada seorang pejabat senior di kementeriannya yang diduga korupsi dengan menggelapkan dana sebesar RM100 atau Rp344 miliar juta untuk foya-foya.
Sebagai menteri yang bertugas, KJ bertanggung jawab penuh dan memastikan hal tersebut akan segera ditangani.
"Tugas saya adalah memastikan penyelidikan dilakukan dengan benar dan masalah ini diselesaikan," katanya dalam konferensi pers di markas UMNO, dikutip Free Malaysia Today, 2016 lalu.
Khairy juga membantah klaim yang menyebut kasus itu dimaksudkan untuk mendiskreditkan dirinya atau itu taktik politik untuk melawannya.
"Korupsi adalah korupsi. Kami harus berdiri dan menghadapi kritik. Kalau salah ya salah," ujar Khairy.
Lanjut baca rekam jejak Khairy di halaman berikutnya...
Kasus Tim Polo Air SEA Games 2017 Khairy
Khairy Jamaluddin juga pernah jadi Menpora Malaysia. (AFP PHOTO / Mohd RASFAN)
Di tahun 2017, Khairy Jamaluddin dipercaya memimpin tim polo air Malaysia pada ajang SEA Games, Kuala Lumpur. Malaysia berhasil menggaet medali emas di cabang polo beregu putra, demikian dikutip The Rakyat Post.
Namun kredibilitas dan kontribusinya terhadap tim diragukan oleh Sultan Johor saat itu, Ibrahim Ismail.
Sultan mengecam Khairy yang diduga memerintah seorang pemain untuk memalsukan cedera sehingga bisa bermain di menit terakhir dan keluar sebagai pemenang.
Khairy bahkan ditantang bermain Polo melawan tim polo Johor. Pada akhirnya peristiwa ini membawa Khairy audiensi dengan sultan di istananya.
Jauh sebelum itu, pada tahun 2003-2004 Khairy diangkat menjadi Wakil Sekretaris Utama Pribadi, Perdana Menteri Abdullah ahmad Badawi. Ia merupakan ayah mertua Khairy.
Di tahun itu hingga 2018, Khairy selalu menduduki posisi strategis di organisasi sayap pemuda partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Dari partai inilah, namanya mulai terdengar di kalangan masyarakat.
Khairy juga disebut pernah menjadi jurnalis untuk media ternama seperti The Economist, Time dan Wall Street Journal.
Ia juga menjadi komentator di program acara Dateline Malaysia. Program itu disebut revolusioner oleh WSJ karena membiarkan orang-orang bebas berbicara.