Copot Masker, Eks PM Australia Tony Abbott Didenda Rp5 Juta

rds, CNN Indonesia | Senin, 13/09/2021 13:30 WIB
Tony Abbott terlihat tengah berbincang dengan seorang kerabatnya tanpa menggunakan masker di ruang publik. Mantan PM Australia Tony Abbott, enggan mengakui kesalahannya, tapi tetap membayar denda. (Foto: AFP/WILLIAM WEST)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan perdana menteri, Tony Abbott, didenda $500 Australia (Rp5,2 juta) karena kedapatan tak memakai masker saat di ruang publik, yang masih menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19.

Sejumlah foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan Abbott tengah berbincang dengan seorang kerabatnya tanpa menggunakan masker di dekat pantai di Fairy Bower, Manly.

Padahal, saat ini pemerintah Australia masih mewajibkan penggunaan masker menyusul tren infeksi Covid-19 di Negeri Kanguru yang masih melonjak akibat penyebaran varian Delta virus corona.


Kepolisian Negara Bagian New South Wales (NSW) mengonfirmasi laporan tersebut dan menuturkan bahwa sang mantan PM telah dikenakan denda.

"Seorang pria 63 tahun mendapat denda $500 Australia pada Jumat 10 September karena gagal mematuhi arahan mengenakan masker," kata Polisi NSW melalui pernyataan pada Senin (13/9) seperti dikutip Sydney Morning Herald.

"Polisi menuduh pria itu tidak mengenakan masker saat berada di depan umum di Fairy Bower, Pantai Manly, pada Rabu 8 September," ucap polisi menambahkan.

Saksi mata yang melihat langsung Abbott saat itu kepada News.com.au mengatakan sang mantan perdana menteri tetap berbicara tanpa masker dengan temannya untuk waktu yang cukup lama.

Sementara itu, Abbott yakin bahwa dia telah mematuhi protokol kesehatan masyarakat.

"Saya pefcaya bahwa saya tidak melanggar hukum, ditafsirkan secara wajar. Tetapi saya tidak akan menuntut laporan dan denda karena saya enggan membuang waktu polisi," kata Abbott.

Menteri Kesehatan NSW, Brad Hazzard, menolak berkomentar terkait denda yang dijatuhkan pada Abbott. Namun, ia menegaskan bahwa semua warga harus tunduk pada aturan kesehatan di masyarakat.

"Tidak masalah siapa Anda, atau apa pun yang Anda miliki, akan ada selalu perintah. Tidak ada yang suka mendapatkan perintah ini, tetapi untuk menjaga keamanan semua orang dan saya berharap orang-orang akan mematuhinya," kata Hazzard.

Setelah sempat mencatat rekor nihil kasus Covid-19, tren infeksi virus corona di Australia kembali melonjak sekitar Juli lalu.

Saat ini, Sydney masih mencatat rekor harian kasus Covid-19 di Australia. Lonjakan kasus Covid-19 pun membuat sistem kesehatan di Negeri Kanguru terutama di NSW siaga.





[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK