2 Biang Kerok Isu Konflik Internal Taliban

CNN Indonesia
Kamis, 16 Sep 2021 15:51 WIB
2 Biang Kerok Isu Konflik Internal Taliban
Mullah Baradar sempat diisukan tewas akibat konflik internal Taliban. (AFP/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO)

2. Ketidakpuasaan Menteri Kabinet

Salah satu sumber anonim di Afghanistan menyampaikan adanya ketidakpuasan jabatan salah satu petinggi Taliban dalam kabinet yang baru dibentuk.

Sumber ini menyebutkan salah satu menteri kabinet Taliban marah karena tidak adanya masyarakat minoritas yang dimasukkan dalam kabinet baru ini, dilansir AP News.

Namun, analis menilai konflik yang timbul di antara dua faksi ini tak akan menjadi ancaman serius bagi Afghanistan untuk saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat selama bertahun-tahun bahwa meskipun ada perselisihan, sebagian besar Taliban tetap menjadi institusi yang kohesif dan bahwa keputusan besar tidak mendapat tekanan balik yang serius setelah fakta tersebut. Saya pikir perselisihan internal saat ini dapat dikelola," kata Analis Michael Kugelman.

"Tetap saja, Taliban akan berada di bawah banyak tekanan ketika (mereka) mencoba untuk mengkonsolidasikan kekuatannya, mendapatkan legitimasi, dan mengatasi tantangan kebijakan utama. Jika upaya ini gagal, organisasi yang tertekan (Taliban) dapat mempersiapkan adanya pertikaian yang semakin serius."

(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Desas-desus konflik antara para petinggi Taliban kian ramai diperbincangkan, terlebih beberapa hari sejak Taliban resmi mengumumkan kabinet pemerintahan Afghanistan.

Perselisihan ini terungkap setelah salah satu pendiri Taliban yang juga Wakil Perdana Menteri, Mullah Abdul Ghani Barradar, sempat menghilang dari publik selama beberapa hari.

Banyak orang menduga petinggi Taliban ini meninggal dunia. Taliban langsung mempublikasikan rekaman suara yang diklaim adalah Baradar untuk membantahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada berita di media mengenai kematian saya," kata Baradar di awal rekaman, sebagaimana dikutip AFP.

Baradar kemudian menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir, ia memang sedang dalam perjalanan bersama rekan-rekannya.

"Di mana pun saya berada sekarang, kami semua baik-baik saya, wahai saudara dan teman-temanku," ucap Baradar.

AFP tidak dapat mengonfirmasi keabsahan rekaman tersebut.

Insiden ini juga turut mengungkapkan masalah percekcokan yang terjadi dalam kelompok Taliban. Berikut merupakan dugaan penyebab konflik di Taliban:

1. Perebutan Klaim Kemenangan

Salah satu pejabat senior Taliban mengatakan para pentolan dua faksi yang bersaing dilaporkan berkelahi di istana presiden, di Kabul, demikian menurut laporan BBC, Rabu (15/9). Para faksi yang bersaing ialah kubu Baradar dan kubu Khalil ur-Rahman Haqqani. Keduanya terlibat debat sengit dan menyebabkan pendukung mereka saling berkelahi.

Anggota Taliban yang berbasis di Qatar dan salah satu orang yang mengetahui masalah itu membenarkan adanya pertengkaran kedua kubu pada Minggu (12/9). Baradar meyakini bahwa penekanan diplomasi yang dilakukannya lah yang berhasil memenangkan Taliban. Sementara kelompok Haqqani, yang dijalankan salah satu tokoh Taliban paling senior, mengatakan hal tersebut tercapai melalui pertempuran.

Baradar mengklaim bahwa upayanya berdiskusi dengan pihak AS di Doha, Qatar menjadi kunci kemenangan Taliban. Sementara itu, kelompok Haqqani menilai pertempuran yang mereka lakukan lah yang membuat Taliban kini berkuasa.

Baca penyebab lainnya dugaan konflik internal di halaman berikutnya...



2 Biang Kerok Isu Konflik Internal Taliban - Halaman 2

Mullah Baradar sempat diisukan tewas akibat konflik internal Taliban. (AFP/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO)

2. Ketidakpuasaan Menteri Kabinet

Salah satu sumber anonim di Afghanistan menyampaikan adanya ketidakpuasan jabatan salah satu petinggi Taliban dalam kabinet yang baru dibentuk.

Sumber ini menyebutkan salah satu menteri kabinet Taliban marah karena tidak adanya masyarakat minoritas yang dimasukkan dalam kabinet baru ini, dilansir AP News.

Namun, analis menilai konflik yang timbul di antara dua faksi ini tak akan menjadi ancaman serius bagi Afghanistan untuk saat ini.

"Kami melihat selama bertahun-tahun bahwa meskipun ada perselisihan, sebagian besar Taliban tetap menjadi institusi yang kohesif dan bahwa keputusan besar tidak mendapat tekanan balik yang serius setelah fakta tersebut. Saya pikir perselisihan internal saat ini dapat dikelola," kata Analis Michael Kugelman.

"Tetap saja, Taliban akan berada di bawah banyak tekanan ketika (mereka) mencoba untuk mengkonsolidasikan kekuatannya, mendapatkan legitimasi, dan mengatasi tantangan kebijakan utama. Jika upaya ini gagal, organisasi yang tertekan (Taliban) dapat mempersiapkan adanya pertikaian yang semakin serius."


HALAMAN:
1 2