Ilustrasi pembukaan hotel di Thailand. (Reuters/Jorge Silva)
3. Thailand
Thailand berencana membuka Bangkok dan berbagai tempat wisatanya pada bulan depan. Tujuannya, agar bisnis pariwisata di negara itu tetap jalan.
Sebagaimana dilansir Reuters, orang-orang yang sudah divaksinasi penuh bisa memasuki berbagai tempat populer untuk pariwisata di Thailand, seperti Bangkok, Hua Hin, Pattaya, dan Chiang Mai.
Phuket, salah satu pantai wisata Thailand, telah mengizinkan turis masuk sejak 1 Juli lalu, tanpa perlu isolasi. Kebijakan yang sama juga diterapkan di Koh Samui, Koh Pha Ngan, dan Koh Tao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelonggaran ini diterapkan ketika masih banyak warga Thailand belum divaksin. Per 13 September, baru 18 persen warga Thailand yang sudah melakukan vaksinasi penuh, 21 persen lainnya baru mendapatkan satu dosis.
Sampai 15 September, kasus positif Covid-19 di negara ini mencapai lebih dari 1,4 juta. Di hari yang sama, tambahan kasus positif mencapai 13 ribu kasus.
4. Afrika Selatan
Afrika Selatan mulai melonggarkan beberapa pembatasan sosial karena tingkat infeksi Covid-19 di negara itu menurun.
Negara ini mempersingkat jam malam mereka menjadi pukul 11.00 sampai 04.00 waktu setempat. Selain itu, penduduk Afrika Selatan juga dapat berkumpul sampai 250 orang di dalam ruangan, dan 500 orang di luar ruangan.
Pemerintah Afrika Selatan juga melonggarkan pembatasan penjualan alkohol.
Afsel melonggarkan aturan ini ketika Covid-19 masih mengancam negara itu. Negara itu sebenarnya sudah menerapkan aturan ketat, seperti melarang pertemuan, tapi Covid masih terus meningkat.
Di tengah ancaman Covid ini, tingkat vaksinasi di negara itu masih rendah. Ramaphosa pun terus mengajak rakyatnya agar mau divaksin.
"Gelombang ketiga [pandemi Covid] belum berakhir, dan hanya melalui tindakan kita secara individu dan kolektif, kita dapat mengurangi jumlah infeksi baru," kata Ramaphosa.
5. Chili
Meski masih ada ancaman Covid, pemerintah Chili akan membuka wisata internasional pada 1 Oktober mendatang. Dalam pembukaan ini, turis asing yang ingin datang ke Chili tetap harus melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan memenuhi kriteria tertentu.
"Fakta bahwa turis asing dapat datang ke Chili merupakan langkah penting untuk pemulihan pariwisata," kata Wakil Menteri Pariwisata Chili, José Luis Uriarte.
Chili membuka pariwisata ini ketika tingkat vaksinasi sudah tinggi. Menurut laporan Kementerian Kesehatan Chili, sebanyak 87 persen penduduk negara itu sudah divaksin.
Negara ini juga sudah memberikan booster vaksin kepada penduduk yang telah divaksinasi penuh. Tak hanya itu, Chili juga sudah menyetujui penggunaan Sinovac untuk anak-anak enam tahun ke atas.
(pwn/has)
Jakarta, CNN Indonesia --
Meski virus coronamasih menghantui, sejumlah negara malah mencabut aturan-aturan pencegahan penularan Covid-19.
Tingkat vaksinasi yang tinggi di satu negara kerap dijadikan faktor utama pencabutan aturan pencegahan Covid-19.
Selain itu, sejumlah negara juga mencabut pembatasan untuk menggerakkan kembali roda-roda perekonomian yang tersendat akibat pandemi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut negara-negara yang memutuskan untuk hidup bersama Covid-19, sebagaimana dirangkum CNN International.
1. Denmark
Pemerintah Denmark memutuskan mencabut segala pembatasan sosial yang diterapkannya pada 10 September lalu. Mereka menilai bahwa Covid-19 bukan lagi penyakit yang mengancam kehidupan masyarakat.
Kini, masyarakat Denmark bisa pergi ke kelab malam dan restoran tanpa harus menunjukkan paspor vaksin. Mereka juga bisa naik kendaraan umum tanpa masker dan mengadakan pertemuan tanpa batasan orang yang hadir.
Pemerintah melonggarkan aturan ini setelah melihat tren penurunan kasus Covid-19. Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke, mengatakan bahwa tingkat penyebaran virus Covid-19 di negara itu hanya 0,7 dan diklaim akan terus berkurang.
Sebagaimana dilansir CNN, salah satu faktor infeksi corona ini turun adalah tingkat vaksinasi yang tinggi di Denmark. Sampai 14 September, 74 persen penduduk Denmark telah divaksinasi penuh.
"Vaksin dan semua upaya besar warga Denmark selama ini merupakan alasan kami cepat menanganinya [pandemi]," kata Heunicke.
"Meskipun kondisi kami sudah baik, kami belum keluar dari epidemi. Pemerintah tidak akan ragu untuk bertindak cepat jika pandemi kembali mengancam fungsi penting dalam masyarakat."
Pemerintah Singapura juga berencana untuk hidup bersama Covid-19. Rencana ini diungkapkan pada Juni lalu.
Nantinya, dalam menangani penyebaran Covid-19, Singapura berencana lebih fokus pada vaksinasi dan pemantauan rumah sakit, dibandingkan membatasi kegiatan penduduknya.
"Kabar buruknya adalah Covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah mungkin saatnya untuk hidup normal dengannya (Covid-19) di tengah-tengah kita," kata pejabat tinggi yang menangani Covid-19 di Singapura.
Pemerintah Singapura pun mulai melonggarkan pembatasan sosial sejak Agustus. Mereka mengizinkan penduduk yang sudah mendapatkan vaksin penuh untuk makan di restoran dan berkumpul dengan batasan 5 orang.
Namun, lonjakan kasus di Singapura akibat varian Delta menghalangi pelonggaran ini. Pemerintah Singapura juga telah mewanti-wanti warganya akan kemungkinan pembatasan sosial kembali jika wabah Covid-19 tak terkendali.
Sebelumnya, Singapura menerapkan strategi nol-Covid. Walaupun begitu, pemerintah menilai strategi ini tidak efektif dalam menekan angka penyebaran dan mereka memutuskan untuk mengubah strateginya.
Thailand hingga Chili Ikut Longgarkan Aturan
Ilustrasi pembukaan hotel di Thailand. (Reuters/Jorge Silva)
3. Thailand
Thailand berencana membuka Bangkok dan berbagai tempat wisatanya pada bulan depan. Tujuannya, agar bisnis pariwisata di negara itu tetap jalan.
Sebagaimana dilansir Reuters, orang-orang yang sudah divaksinasi penuh bisa memasuki berbagai tempat populer untuk pariwisata di Thailand, seperti Bangkok, Hua Hin, Pattaya, dan Chiang Mai.
Phuket, salah satu pantai wisata Thailand, telah mengizinkan turis masuk sejak 1 Juli lalu, tanpa perlu isolasi. Kebijakan yang sama juga diterapkan di Koh Samui, Koh Pha Ngan, dan Koh Tao.
Pelonggaran ini diterapkan ketika masih banyak warga Thailand belum divaksin. Per 13 September, baru 18 persen warga Thailand yang sudah melakukan vaksinasi penuh, 21 persen lainnya baru mendapatkan satu dosis.
Sampai 15 September, kasus positif Covid-19 di negara ini mencapai lebih dari 1,4 juta. Di hari yang sama, tambahan kasus positif mencapai 13 ribu kasus.
Afrika Selatan mulai melonggarkan beberapa pembatasan sosial karena tingkat infeksi Covid-19 di negara itu menurun.
Negara ini mempersingkat jam malam mereka menjadi pukul 11.00 sampai 04.00 waktu setempat. Selain itu, penduduk Afrika Selatan juga dapat berkumpul sampai 250 orang di dalam ruangan, dan 500 orang di luar ruangan.
Pemerintah Afrika Selatan juga melonggarkan pembatasan penjualan alkohol.
Afsel melonggarkan aturan ini ketika Covid-19 masih mengancam negara itu. Negara itu sebenarnya sudah menerapkan aturan ketat, seperti melarang pertemuan, tapi Covid masih terus meningkat.
Di tengah ancaman Covid ini, tingkat vaksinasi di negara itu masih rendah. Ramaphosa pun terus mengajak rakyatnya agar mau divaksin.
"Gelombang ketiga [pandemi Covid] belum berakhir, dan hanya melalui tindakan kita secara individu dan kolektif, kita dapat mengurangi jumlah infeksi baru," kata Ramaphosa.
5. Chili
Meski masih ada ancaman Covid, pemerintah Chili akan membuka wisata internasional pada 1 Oktober mendatang. Dalam pembukaan ini, turis asing yang ingin datang ke Chili tetap harus melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan memenuhi kriteria tertentu.
"Fakta bahwa turis asing dapat datang ke Chili merupakan langkah penting untuk pemulihan pariwisata," kata Wakil Menteri Pariwisata Chili, José Luis Uriarte.
Chili membuka pariwisata ini ketika tingkat vaksinasi sudah tinggi. Menurut laporan Kementerian Kesehatan Chili, sebanyak 87 persen penduduk negara itu sudah divaksin.
Negara ini juga sudah memberikan booster vaksin kepada penduduk yang telah divaksinasi penuh. Tak hanya itu, Chili juga sudah menyetujui penggunaan Sinovac untuk anak-anak enam tahun ke atas.