5 Tersangka Pembunuh Tokoh Pengungsi Rohingya Ditangkap

ayp | CNN Indonesia
Senin, 04 Oct 2021 04:15 WIB
Kepolisian Bangladesh menangkap lima orang lelaki yang disangka membunuh tokoh pengungsi Rohingya, Mohib Ullah. Kepolisian Bangladesh menangkap lima orang lelaki yang disangka membunuh tokoh pengungsi Rohingya, Mohib Ullah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Bangladesh menangkap lima orang lelaki yang disangka membunuh tokoh pengungsi Rohingya, Mohib Ullah, di kamp pengungsi di Cox's Bazar, pada Minggu (3/10) kemarin.

"Kami menangkap lima orang yang diduga tersangka pembunuhan Mohib Ullah," kata Kepala Kepolisian Bangladesh di Kamp Pengungsian Rohingya, Naimul Haque, seperti dilansir AFP, Senin (4/10).

Menurut Haque dua tersangka ditahan buat diinterogasi, sedangkan tiga orang lainnya belum diajukan ke pengadilan.


Menurut dia aparat kepolisian juga menangkap seorang lelaki Rohingya bersia 28 tahun pada pekan yang diduga terlibat pembunuhan itu.

Haque mengatakan seluruh tersangka diduga terkait dengan kelompok milisi Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA).

Menurut laporan, salah satu tersangka yang ditangkap yakni Mohammad Elias (35) adalah anggota ARSA dan sempat mengancam mendiang pada Juni lalu.

Keluarga mendiang menuduh kelompok ARSA merasa tidak senang dengan popularitas Mohib Ullah di kalangan para pengungsi Rohingya dan kemudian membunuhnya.

Saat ini anggota keluarga mendiang Mohib Ullah memilih bersembunyi karena khawatir akan keselamatan mereka dan cemas kelompok ARSA bakal kembali melakukan kekerasan.

"Kami bahkan tidak berani keluar rumah. Mereka (ARSA) mengancam akan membunuh kami. Kami menerima sejumlah pesan berisi ancaman dalam beberapa hari terakhir. Saya panik. Kami diancam akan dibunuh kalau mengatakan anggota ARSA membunuh saudara saya," kata saudara mendiang Mohib Ullah, Habibullah.

ARSA adalah kelompok yang diburu aparat keamanan Myanmar karena menyerang pos-pos keamanan di Negara Bagian Rakhine pada 2017.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER