Robot Patroli Bikin Warga Singapura Resah: Seperti Robocop

CNN Indonesia
Rabu, 06 Oct 2021 14:35 WIB
Singapura menguji coba robot patroli bernama Xavier beberapa waktu lalu, keberadaannya bikin sejumlah warga resah. Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura menguji coba robot patroli bernama Xavier beberapa waktu lalu. Rencananya, robot ini akan digunakan untuk memantau perilaku sosial masyarakat dan memberi peringatan bagi masyarakat yang melanggar aturan berperilaku di negara itu.

Beberapa aturan yang dipantau adalah merokok di area terlarang, memarkir sepeda dengan tidak benar, dan melanggar aturan jaga jarak sosial akibat pandemi Covid-19.

Walaupun Singapura dikenal kerap membatasi kebebasan sipil dan pengontrolan ketat, kehadiran teknologi ini tetap menimbulkan keresahan warga.


Salah satunya berasal dari Frannie Teo, seorang asisten peneliti berusia 34 tahun. Ia sedang berjalan-jalan di mal selama uji coba robot patroli baru-baru ini.

"Ini mengingatkan saya pada Robocop," ujar Frannie dalam The Guardian.

Ini mengingatkan pada "dunia robot dystopian. Saya hanya sedikit ragu tentang konsep semacam itu."

Aktivis hak digital Lee Yi Ting mengatakan perangkat itu adalah cara terbaru orang Singapura diawasi.

"Itu semua berkontribusi pada perasaan orang. Perlu memperhatikan apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan di Singapura jauh lebih besar daripada di negara lain," kata Lee kepada AFP.

Walaupun dikritik, Pemerintah Singapura tetap mendukung penggunaan robot ini.

Pemerintah Singapura mengklaim robot patroli tidak akan digunakan untuk mengidentifikasi atau mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang terjadi selama uji coba. Robot ini juga dinilai dibutuhkan untuk mengatasi krisis tenaga kerja, mengingat populasi masyarakat kian menua.

"Tenaga kerja sebenarnya menyusut," tutur Perwakilan Lembaga Pemerintah Singapura yang mengembangkan Robot Xavier, Ong Ka Hing.

Ia juga menambahkan robot ini membantu mengurangi jumlah petugas yang dibutuhkan untuk patroli jalan kaki.

Kabarnya, robot Patroli Singapura ini memiliki tujuh kamera. Robot ini juga mampu mengeluarkan peringatan kepada publik dan mendeteksi perilaku sosial yang tidak diinginkan.

Channel News Asia melaporkan, setelah robot Xavier mengidentifikasi perilaku yang tidak diinginkan, mereka akan memberikan peringatan real-time ke pusat komando dan kendali. Tak hanya itu, robot ini juga akan menampilkan pesan di dashboard-nya untuk mendidik publik dan mencegah perilaku yang tak sesuai tadi.

Kala uji coba, Xavier yang melihat seorang perokok di area terlarang langsung menampilkan pesan di dashboard interaktifnya, pun juga pesan audio yang meminta perokok untuk berhenti merokok.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER