Singapura menjadi salah satu negara ASEAN dengan lonjakan Covid-19. (Foto: REUTERS/EDGAR SU)
Jakarta, CNN Indonesia --
Empat negara di Asia Tenggara terus mengalami lonjakan kasusCovid-19dalam beberapa waktu belakangan.
Sementara itu, kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren yang menurun.
Per Jumat (8/10), infeksi harian Covid-19 di Indonesia bertambah 1.384 kasus menjadi total 4.225.871 kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka ini jauh lebih rendah mengingat Indonesia pernah memecahkan rekor infeksi harian Covid-19 mencapai 56.757 kasus pada 15 Juli lalu.
Indonesia bahkan sempat menjadi negara dengan kasus harian Covid-19 tertinggi di kawasan.
Sementara itu, setidaknya empat negara tetangga Indonesia sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.
Berikut keempat negara tersebut:
1. Singapura
Singapura terus menghadapi lonjakan kasus Covid-19 signifikan meski lebih dari 83 persen penduduknya telah divaksinasi penuh.
Menurut statistik John Hopkins University, infeksi harian Covid-19 Singapura bahkan tembus 3.483 kasus pada Kamis (7/10). Jumlah itu menjadikan total infeksi Covid-19 di Singapura menjadi 116.864 kasus dengan 136 kematian.
Negara itu memecahkan rekor infeksi Covid-19 harian 3.486 kasus pada Selasa (5/10).
Dalam sepekan terakhir, rata-rata kasus harian Covid-19 Singapura juga mencapai 2.906 kasus.
Dikutip Reuters, Perdana Menteri Lee Hsien Loong dikabarkan akan berpidato dalam televisi nasional pada Sabtu (9/10) sore untuk mengumumkan langkah pemerintah memasuki era new normal di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Negara kecil di pulau Kalimantan ini juga turut mengalami lonjakan kasus harian Covid-19. Pada Kamis (7/10), kasus harian Covid-19 di Brunei bertambah 112 kasus menurut data John Hopkins University.
Padahal, sejak awal pandemi di 2020, kasus harian Covid-19 di Brunei Darussalam tak pernah lebih dari 100 per harinya. Brunei bahkan mengalami lonjakan infeksi harian corona secara drastis hingga 578 kasus pada 4 Oktober lalu.
Padahal, negara dengan 442.776 penduduk itu sempat dinilai menjadi salah satu yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dengan sempat mempertahankan nol kasus virus corona selama beberapa waktu.
Negara ASEAN yang catat lonjakan kasus Covid-19 melebihi Indonesia, baca di halaman berikutnya...
3. Thailand
Menurut data John Hopkins University, infeksi harian Covid-19 di Thailand tembus 21.066 pada Rabu (6/10). Jumlah kasus harian ini menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara pada hari tersebut.
Padahal, lima hari sebelumnya Thailand mencatat infeksi harian Covid-19 sebanyak 9-11 ribu kasus berturut-turut.
Untuk mengatasi penyebaran Covid-19, pemerintah Thailand berencana menggunakan obat Covid-19 molnupiravir yang diproduksi perusahaan farmasi Merck. Kabarnya, obat ini mampu menurunkan angka kematian atau angka rawat inap di rumah sakit bagi pasien yang berisiko sakit parah akibat infeksi virus corona.
Direktur Jenderal Departemen Layanan Medis Thailand Somsak Akksilp, mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya saat ini sedang mengerjakan perjanjian pembelian obat antivirus molnupiravir.
Malaysia juga mengalami lonjakan infeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir. Negeri Jiran mencatat infeksi Covid-19 harian sebanyak 9.890 kasus pada Kamis (7/10) menurut data Worldometer.
Jumlah kematian di Malaysia akibat infeksi virus corona juga bertambah 132 orang pada hari yang sama.
Walaupun grafik kasus positif harian di Malaysia mengalami penurunan, angka tambahan kasus positif hariannya cukup tinggi, yakni berkisar pada delapan hingga sepuluh ribu kasus per harinya.
Lonjakan kasus ini cukup memprihatinkan pemerintah Malaysia. Bahkan, politikus Malaysia juga pernah membandingkan penanganan Covid-19 di Indonesia pada awal September, ketika angka kasus positif harian Malaysia berkisar di angka belasan ribu.
Saat itu, Malaysia mengaku heran dengan jumlah infeksi Covid-19 Indonesia yang turun drastis.
"Bisakah menteri kesehatan baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut, Indonesia berhasil mengurangi kasus baru Covid-19 menjadi lebih sedikit dari Malaysia - bahkan kurang dari setengahnya seperti kemarin 8.955 kasus, sedangkan Malaysia 20.988 kasus?" kata Politikus Partai Demokrasi Aksi (DAP) Malaysia, Lim Kit Siang, seperti dikutip Malay Mail.
Jakarta, CNN Indonesia --
Empat negara di Asia Tenggara terus mengalami lonjakan kasusCovid-19dalam beberapa waktu belakangan.
Sementara itu, kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren yang menurun.
Per Jumat (8/10), infeksi harian Covid-19 di Indonesia bertambah 1.384 kasus menjadi total 4.225.871 kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka ini jauh lebih rendah mengingat Indonesia pernah memecahkan rekor infeksi harian Covid-19 mencapai 56.757 kasus pada 15 Juli lalu.
Indonesia bahkan sempat menjadi negara dengan kasus harian Covid-19 tertinggi di kawasan.
Sementara itu, setidaknya empat negara tetangga Indonesia sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.
Berikut keempat negara tersebut:
1. Singapura
Singapura terus menghadapi lonjakan kasus Covid-19 signifikan meski lebih dari 83 persen penduduknya telah divaksinasi penuh.
Menurut statistik John Hopkins University, infeksi harian Covid-19 Singapura bahkan tembus 3.483 kasus pada Kamis (7/10). Jumlah itu menjadikan total infeksi Covid-19 di Singapura menjadi 116.864 kasus dengan 136 kematian.
Negara itu memecahkan rekor infeksi Covid-19 harian 3.486 kasus pada Selasa (5/10).
Dalam sepekan terakhir, rata-rata kasus harian Covid-19 Singapura juga mencapai 2.906 kasus.
Dikutip Reuters, Perdana Menteri Lee Hsien Loong dikabarkan akan berpidato dalam televisi nasional pada Sabtu (9/10) sore untuk mengumumkan langkah pemerintah memasuki era new normal di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Negara kecil di pulau Kalimantan ini juga turut mengalami lonjakan kasus harian Covid-19. Pada Kamis (7/10), kasus harian Covid-19 di Brunei bertambah 112 kasus menurut data John Hopkins University.
Padahal, sejak awal pandemi di 2020, kasus harian Covid-19 di Brunei Darussalam tak pernah lebih dari 100 per harinya. Brunei bahkan mengalami lonjakan infeksi harian corona secara drastis hingga 578 kasus pada 4 Oktober lalu.
Padahal, negara dengan 442.776 penduduk itu sempat dinilai menjadi salah satu yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dengan sempat mempertahankan nol kasus virus corona selama beberapa waktu.
Negara ASEAN yang catat lonjakan kasus Covid-19 melebihi Indonesia, baca di halaman berikutnya...
Negara ASEAN yang Catat Lonjakan Covid Melebihi Indonesia
Wisata di Langkawi Kembali Bergeliat meski Malaysia masih menghadapi lonjakan kasus Covid-19. (Foto: REUTERS/LIM HUEY TENG)
3. Thailand
Menurut data John Hopkins University, infeksi harian Covid-19 di Thailand tembus 21.066 pada Rabu (6/10). Jumlah kasus harian ini menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara pada hari tersebut.
Padahal, lima hari sebelumnya Thailand mencatat infeksi harian Covid-19 sebanyak 9-11 ribu kasus berturut-turut.
Untuk mengatasi penyebaran Covid-19, pemerintah Thailand berencana menggunakan obat Covid-19 molnupiravir yang diproduksi perusahaan farmasi Merck. Kabarnya, obat ini mampu menurunkan angka kematian atau angka rawat inap di rumah sakit bagi pasien yang berisiko sakit parah akibat infeksi virus corona.
Direktur Jenderal Departemen Layanan Medis Thailand Somsak Akksilp, mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya saat ini sedang mengerjakan perjanjian pembelian obat antivirus molnupiravir.
Malaysia juga mengalami lonjakan infeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir. Negeri Jiran mencatat infeksi Covid-19 harian sebanyak 9.890 kasus pada Kamis (7/10) menurut data Worldometer.
Jumlah kematian di Malaysia akibat infeksi virus corona juga bertambah 132 orang pada hari yang sama.
Walaupun grafik kasus positif harian di Malaysia mengalami penurunan, angka tambahan kasus positif hariannya cukup tinggi, yakni berkisar pada delapan hingga sepuluh ribu kasus per harinya.
Lonjakan kasus ini cukup memprihatinkan pemerintah Malaysia. Bahkan, politikus Malaysia juga pernah membandingkan penanganan Covid-19 di Indonesia pada awal September, ketika angka kasus positif harian Malaysia berkisar di angka belasan ribu.
Saat itu, Malaysia mengaku heran dengan jumlah infeksi Covid-19 Indonesia yang turun drastis.
"Bisakah menteri kesehatan baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut, Indonesia berhasil mengurangi kasus baru Covid-19 menjadi lebih sedikit dari Malaysia - bahkan kurang dari setengahnya seperti kemarin 8.955 kasus, sedangkan Malaysia 20.988 kasus?" kata Politikus Partai Demokrasi Aksi (DAP) Malaysia, Lim Kit Siang, seperti dikutip Malay Mail.